Kota Surabaya, Tagarjatim.id — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menorehkan prestasi. Tim Aities ITS berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi WasteTrack Mobile Apps 2025, ajang pengembangan solusi teknologi untuk pengelolaan sampah nasional. Kompetisi ini digelar Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas ITS.
Tim Aities yang terdiri dari Hilmi Fawwaz Sa’ad, Dian Kusumawati, dan Muhammad Rayyaan Fatikhahur Rakhim berhasil menyisihkan 49 proposal dari 21 universitas di Indonesia. Sepuluh tim terbaik lolos ke babak final dan mempresentasikan aplikasi di hadapan juri dari kalangan pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan komunitas bank sampah.
Berbagai ide ditawarkan finalis, mulai dari sistem pelacakan sampah berbasis digital, integrasi data bank sampah, hingga aplikasi edukasi dan pemberdayaan ekonomi. Namun, aplikasi buatan Tim Aities unggul dalam aspek fungsionalitas, keberlanjutan, serta kesiapan teknis.
Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia Lucia Karina mengapresiasi kompetisi ini sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular.
“Kolaborasi antara pendidikan, pemerintah, dan masyarakat menghasilkan solusi konkret untuk tantangan lingkungan. Generasi muda memegang peran penting dalam keberlanjutan nasional,” ujar Lucia, Jumat (23/5/2025).
ITS sebagai tuan rumah turut berperan aktif dalam kompetisi ini. Rektor ITS Bambang Pramujati menyebut ajang WasteTrack menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk menciptakan solusi nyata berbasis teknologi.
“Melalui WasteTrack, ITS menjadi inkubator solusi nyata yang aplikatif dan berdampak. Mahasiswa diajak memahami konteks sosial, ekonomi, dan lingkungan dari isu pengelolaan sampah,” katanya.
Penilaian aplikasi dilakukan dengan mempertimbangkan integrasi digital, traceability, keamanan data, hingga skalabilitas. Juri dari unsur akademisi ITS, Ary M. Shiddiqi dan IDAA Warmadewanthi, mengakui kualitas tinggi dari para finalis.
“Beberapa aplikasi sudah siap diuji coba, menunjukkan generasi muda mampu menjawab tantangan lingkungan dengan solusi teknologi konkret,” kata Ujang Solihin Sidik dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.
Anjar Putro dari Bank Sampah Induk Surabaya menilai digitalisasi menjadi langkah penting dalam pengelolaan sampah yang lebih efisien dan transparan.
“Aplikasi ini menawarkan solusi konkret untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi operasional bank sampah. Harapannya, transformasi digital ini dapat memperkuat prinsip ekonomi sirkular,” ujarnya. (*)




















