Surabaya, tagarjatim.id – Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron dapat jabatan baru. Gubernur Jatim, Khofifah menunjuk mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (FH Unej) itu sebagai Komisaris Independen Bank Jatim.
Hal itu diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim yang digelar di Kantor Bank Jatim Pusat, Kamis (22/5/2025).
Dikonfirmasi tagarjatim.id melalui pesan Whatsapp pada Jumat (23/05/2025), Ghufron membenarkan adanya pembicaraan khusus antara dirinya dengan Gubernur Jawa Timur selaku pemegang saham pengendali di Bank Jatim.
Ia mengaku mendapat pesan dari Khofifah agar menjadikan kinerja Bank Jatim benar-benar bermanfaat dan mendorong roda perekonomian masyarakat.
“Bank Jatim harus jadi bank-nya rakyat Jawa Timur, memfasilitasi dan menumbuh-kembangkan ekonomi rakyat. Kami akan mengawasi dan mengarahkan gerak bisnis Bank Jatim untuk menyentuh perekonomian semua lapisan masyarakat Jawa Timur,” tuturnya.
Ghufron masuk sebagai komisaris di saat Bank Jatim sedang disorot dengan kasus kredit fiktif di Bank Jatim cabang Jakarta yang ditaksir merugikan negara hingga lebih dari setengah triliun rupiah. Kasus itu kini ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dengan 4 tersangka, salah satunya mantan pimpinan Bank Jatim cabang Jakarta.
Ghufron mengakui, hal itu juga menjadi pembahasan sebelum pengumuman resmi dirinya sebagai calon komisaris Bank Jatim.
“Kasus kredit fiktif itu salah satu yang mendasari perlunya penguatan aspek pengawasan internal. Pemegang saham berharap tak ada lagi kredit-kredit fiktif ataupun kebocoran yang mengganggu kinerja Bank Jatim. Juga mengantisipasi tantangan digitalisasi perbankan yang diharapkan juga mempermudah pengawasan,” ujar mantan aktivis PMII ini.
Pada 15 April 2025 lalu, Ghufron masuk dalam daftar 161 calon hakim agung yang lolos seleksi administratif. Ia masuk di kamar pidana. Namun belum diketahui, apakah ia kemudian lolos seleksi kualifikasi atau tidak. Jika lolos menjadi hakim agung, maka ia harus melepas jabatannya di Bank Jatim.
Ditanya soal hal itu, Ghufron menolak menjawab. “Tidak relevan,” ujarnya.
Nurul Ghufron ditunjuk sebagai komisaris independen Bank Jatim bersama dua nama lain. Yakni Adi Sulistyowati dan Asri Agung Putra.
Adi Sulistyowati akan menjadi Komisaris Utama Independen, menggantikan Adhy Karyono (Sekdaprov Jatim) yang akan‘turun menjadi Komisaris (biasa).
Ketiganya baru akan efektif menjadi komisaris independen di Bank Jatim setelah lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan dari Otoriras Jasa Keuangan (OJK).
Selain penunjukan tiga komisaris independen, RUPS Bank Jatim juga mengumumkan penunjukan Winardi Legowo sebagai Direktur Utama yang baru, menggantikan dirut sebelumnya, Busrul Iman yang habis masa jabatannya.
Selain itu, dalam RUPS, pemegang saham juga memberhentikan tiga direksi lain. Yakni Edi Masrianto (Direktur Keuangan), Eko Susetyono (Direktur Manajemen Resiko) dan Zulhelfi Abidin (Direktur IT dan Digital).
Empat nama direksi tersebut, sebelumnya banyak disorot karena dianggap harus bertanggungjawab atas kasus kredit fiktif di Bank Jatim cabang Jakarta yang merugikan negara hingga lebih dari setengah triliun rupiah.
”Memberhentikan dengan hormat Edi Masrianto, Eko Susetyono dan Zulhelfi Abidin,” tulis siaran pers Bank Jatim yang diterima tagarjatim pada Kamis (22/05/2025).
Posisi komisaris maupun direksi yang baru ditunjuk hari ini akan berlaku efektif sejak lulus penilaian kemampuan dan kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian, status mereka saat ini adalah calon.
Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Jatim setelah pelaksanaan RUPS LB Tahun 2025:
Dewan Komisaris
- Calon Komisaris Utama Independen : Adi Sulistyowati
- Komisaris : Adhy Karyono
- Komisaris Independen : Muhammad Mas’ud
- Komisaris Independen : Dadang Setiabudi
- Calon Komisaris Independen : Asri Agung Putra
- Calon Komisaris Independen : Nurul Ghufron
Dewan Direksi
- Calon Direktur Utama : Winardi Legowo
- Calon Wakil Direktur Utama : R. Arief Wicaksono
- Calon Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah : Tonny Prasetyo
- Direktur Kepatuhan : Umi Rodiyah
- Calon Direktur Keuangan, Treasury & Global Services : RM Wahyukusumo Wisnubroto
- Direktur Bisnis Menengah, Korporasi, dan Jaringan : Arif Suhirman
- Calon Direktur IT, Digital, dan Operasional : Wiweko Probojakti
- Calon Direktur Manajemen Risiko : Wioga Adhiarma Aji
Dewan Pengawas Syariah
- Ketua Dewan Pengawas Syariah : Dr (HC) KH Afifuddin Muhajir, Mpd.
- Calon Anggota Dewan Pengawas Syariah : Prof. Dr. Muhammad Nasih, SE, M.T, Ak
- Calon Anggota Dewan Pengawas Syariah : Ir. H. Tamhid Mashudi. (*)




















