Jember, tagarjatim.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga bulan Maret 2025, 742 lembaga pembiayaan di Indonesia telah mengucurkan pembiayaan sebesar Rp 1.050 Triliun. Dari jumlah tersebut sebesar Rp 16,63 Triliun disalurkan untuk pembiayaan kendaraan listrik.

“Besarnya pembiayaan tersebut diharapkan dapat menunjang program ekonomi hijau Indonesia,” ujar Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML), Prof. Agusman saat memberikan kuliah umum di Universitas Jember (Unej) pada Selasa (20/05/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Agusman juga mengajak para mahasiswa untuk lebih mengenal literasi keuangan secara bijak.

Menurutnya, generasi Z atau milenial pasti tak asing dengan istilah leasing, pinjaman daring, pay later atau yang lebih tradisional fasilitas pegadaian.

Namun sayangnya belum banyak yang paham secara mendalam apa, bagaimana dan fungsi lembaga pembiayaan tersebut. Padahal lembaga pembiayaan turut berperan dalam menggerakkan perekonomian Indonesia. Bahkan jika dimanfaatkan dengan baik bisa menjadi jembatan meraih cita-cita di masa depan bagi anak muda.

Lembaga pembiayaan sendiri memiliki banyak bentuk dan karakteristik, mulai dari perusahaan leasing atau multi finance, modal ventura, hingga pembiayaan UMKM. Keragaman ini membuat OJK perlu ekstra kerja keras mensosialisasikan lembaga pembiayaan kepada masyarakat.

Pasalnya lembaga pembiayaan terbukti turut mendorong perkonomian bangsa. Misalnya saja modal ventura yang banyak dipakai oleh usaha rintisan (start up) dalam mengembangkan usahanya.

Kegiatan kuliah umum yang melibatkan tujuh PTN dan PTS di Jember dibuka secara resmi oleh Rektor UNEJ. Dalam sambutannya, Iwan Taruna mengapresiasi OJK yang menggelar kuliah umum tentang lembaga pembiayaan bagi mahasiswa yang juga sekaligus Gen Z.

Seperti yang diketahui anak muda saat ini hidup di era kecanggihan TIK yang menawarkan gaya hidup digital termasuk pemanfaatan fasilitas pembiayaan secara daring.

“Saya mendukung penuh kolaborasi dan sinergi antara OJK dengan dunia kampus, sebab mahasiswa harus punya literasi keuangan yang baik. Semoga kerja sama ini juga berkembang di bidang lain seperti riset bersama, magang hingga praktisi mengajar di kampus,” kata Iwan Taruna. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H