Kota Malang, Tagarjatim.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersiap melakukan pemeriksaan massal terhadap hewan kurban. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan), sebanyak 712 petugas akan diterjunkan untuk mengawal proses ini.
Kepala Bidang Peternakan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, menyebutkan bahwa pemeriksaan akan dilakukan oleh lima tim gabungan. Tim ini terdiri dari internal Dispangtan dan mahasiswa dari dua fakultas di Universitas Brawijaya (UB).
“Total ada 62 petugas dari internal Dispangtan, ditambah 400 mahasiswa dari FKH UB dan 250 mahasiswa dari Fapet UB,” ujar Anton saat dikonfirmasi, Minggu (18/5/2025).
Rangkaian pemeriksaan akan berlangsung dari 2 hingga 9 Juni 2025, menjangkau seluruh kecamatan di Kota Malang. Ribuan hewan akan diperiksa dalam kegiatan tahunan ini.
“Target pemeriksaan hewan kurban 2025, ada 1800 ekor sapi, kambing 5200 ekor, dan domba 500 ekor,” bebernya.
Pemeriksaan ini, kata Anton, tak hanya untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak sembelih, tapi juga sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD) dan zoonosis lainnya.
“Rangkaian pemeriksaan akan dilakukan mulai tanggal 2 sampai 4 Juni di tempat-tempat penjualan hewan kurban yang tersebar di lima kecamatan,” jelasnya.
Usai itu, pemeriksaan dilanjutkan pada 5 hingga 9 Juni, bersamaan dengan hari tasrik. Petugas akan menyebar ke titik-titik penyembelihan, mulai dari masjid, musala, hingga tempat pemotongan hewan lainnya.
“Selanjutnya pada hari h Iduladha, kami juga akan melaksanakan pemeriksaan ante mortem dan post mortem di lokasi penyembelihan,” tambahnya.
Meski arus masuk hewan dari luar daerah belum terpantau hingga pertengahan Mei, Anton tetap mengimbau agar seluruh hewan yang datang ke Malang dilengkapi dokumen kesehatan.
“Biasanya lalu lintas hewan dari luar mulai terlihat di H-7. Kami tidak mendirikan pos pemeriksaan di perbatasan. Pemantauan kami lakukan bersamaan dengan kegiatan pemeriksaan lapangan mulai 2 Juni,” pungkasnya. (*)




















