Kabupaten Malang, tagarjatim.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, meluncurkan program pembangunan rumah subsidi yang ditujukan bagi wartawan dan buruh di Kabupaten Gresik.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif penyediaan 20.000 unit rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh Jawa Timur.
Khofifah mengatakan bahwa dalam tahap awal, sebanyak 200 unit rumah akan dibangun di Gresik dengan alokasi masing-masing 100 unit untuk wartawan dan buruh. Pembangunan ini telah memasuki tahap peletakan batu pertama dan direncanakan akan diserahkan kepada penerima manfaat pada Juni 2025.
“Program ini menggunakan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera),” kata Khofifah saat melakukan kunjungan kerja di Singosari, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.
Beberapa kemudahan ditawarkan, termasuk uang muka sebesar satu persen, suku bunga tetap lima persen, dan tenor maksimal 20 tahun. Harga rumah subsidi di wilayah zona 1, seperti Gresik, dimulai dari Rp166 juta dengan luas tanah antara 60 hingga 200 meter persegi dan luas bangunan 21 hingga 36 meter persegi.
Gubernur Khofifah menyatakan bahwa program ini merupakan respons terhadap kebutuhan hunian layak bagi kalangan pekerja dan jurnalis yang belum memiliki rumah.
“Kami berharap ini menjadi titik awal untuk membangun 20.000 rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk melanjutkan program ini ke daerah lain, tergantung pada ketersediaan lahan yang mencukupi. Masyarakat yang belum memiliki rumah dan memenuhi syarat dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui BP Tapera atau dinas perumahan setempat. (*)




















