Lamongan, tagarjatim.id – Ratusan hektar tanaman padi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terancam gagal panen akibat terendam banjir. Tanaman padi yang baru berusia lima belas hari ini, terendam banjir akibat meluapnya sungai desa setempat yang tak mampu menampung tingginya curah hujan selama seminggu terakhir. Akibatnya, para petani harus menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Banjir yang merendam lahan pertanian di 3 desa ini sudah terjadi selama beberapa hari. Tiga desa tersebut yakni Desa Jati Drojok, Desa Kradenanrejo dan Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Rabu pagi (14/05/ 2025).

Dari 150 hektar lahan tanaman padi petani, 80 hektar sudah terendam banjir selama tiga hari dan tidak bisa diselamatkan. Bahkan, sejumlah petani terpaksa mencabut batang padi lantaran kondisi batang tanaman padi telah membusuk.

Monadi salah satu petani Desa Kradenan, mengeluhkan dengan banjir kiriman dari selatan wilayah desa setempat. Banjir ini terjadi hampir setiap musim tanam.

“ya mau gimana lagi banjir merendam tanaman padi, dan usia padi ini baru satu minggu, saya sendiri pasrah mas soalnya air banjir tidak bisa mengalir, karena kondisi wilayah di desa kami dataran rendah, apalagi saya sudah mengeluarkan biaaya besar buat mulia pembenihan penanaman, baru sudah tertanam ya kebanjiran,” kata Monadi.

Mohammad Yusuf, Sekretaris Desa Kradenan, meminta Pemerintah Kabupaten dan Pusat untuk memperhatikan nasib petani.

“Kami selaku perangkat desa hanya meminta pemerintah setempat maupun pusat, agar melakukan normalisasi sungai-sungai yang ada di tiga desa tersebut, agar air banjir ini bisa mengalir ke sungai bengawan solo, karena areal persawahan tersebut adalah satu-satunya untuk menunjang perekonomian untuk para petani di desa setempat,” tandasnya.

Petani berharap, pemerintah segera mencari solusi untuk menanggulangi banjir yang hampir tiap tahun terjadi ini.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H