Kabupaten Blitar, tagarjatim.id – Bupati Blitar Rijanto beserta rombongan menjenguk para korban dugaan keracunan kolak kacang hijau, yang dirawat di Puskesmas Boro, Kecamatan Selorejo Selasa (13/5/25).
Bupati didampingi Kadinkes Blitar, dr. Christine Indrawati bukan hanya menjenguk namun juga mengobrol dengan pasien yang masih terbaring di ruang perawatan. Bupati juga memberikan bantuan uang kepada 10 pasien yang dirawat di Puskesmas ini. Sementara untuk biaya perawatan seluruh korban keracunan akan ditanggung oleh pemerintah daerah.
“Semua mesti gratis ya, semua harus gratis, sudah saya minta kepada Kadinkes untuk memantau perkembangan warga kita yang terkena musibah keracunan ini,” tegas Rijanto kepada wartawan disela menjenguk pasien.
Bupati Blitar menambahkan, peristiwa keracunan ini merupakan musibah yang bisa menimpa siapa saja. Ia mencontohkan bahwa di luar daerah juga terjadi beberapa peristiwa keracunan termasuk program MBG.
Bupati meminta agar ke depan seluruh masyarakat benar-benar memperhatikan higienitas bahan makanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kedepan kita harus lebih teliti lagi dalam memilih bumbu-bumbu masakan, bahan makanan jangan sampai ada yang expired karena ini lenting sekali,” imbuhnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan, dr. Christine Indrawati dikonfirmasi terkait penanganan, pihaknya terus memantau perkembangan seluruh pasien baik yang rawat inap maupun rawat jalan.
Disinggung apakah kasus keracunan masal ini masuk ke dalam KLB atau Kejadian Luar Biasa, Christine mengatakan belum ditetapkan.
“Kalau menyebut KLB paling tidak harus ada ketetapan dari dinkes dan bupati, cuma sampai saat ini kami belum menetapkan sebagai KLB,” jelas Christine.
Data Dinkes Kabupaten Blitar menyebut, pasien yang mengalami keracunan tercatat 66 orang mayoritas lansia, 27 masih rawat inap di sejumlah Puskesmas, Klinik dan Rumah Sakit yang tersebar di tiga kecamatan, sementara sisanya rawat jalan karena kondisinya membaik. Sementara sejumlah pasien yang rawat inap, ada yang masih mengalami diare dan lemas.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan lansia dan anak, mengalami keracunan setelah mengonsumsi kolak kacang hijau yang dibagikan dalam posyandu lansia di Desa Sidorejo, Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar, Sabtu lalu. Mereka justru mengalami gejala mual, muntah dan diare selang beberapa jam setelah meminum kolak yang dibagikan untuk menu sehat ini. (*)




















