Tagarjatim.id -Waisak adalah salah satu hari suci umat Buddha yang paling penting. Pada hari ini, umat Buddha memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha, yaitu kelahiran Pangeran Siddharta, pencerahan Buddha di bawah pohon Bodhi, dan wafatnya Buddha (parinirvana).
Waisak dirayakan dengan penuh khidmat oleh umat Buddha di seluruh dunia. Pada kesempatan ini, umat Buddha melakukan berbagai ritual dan kegiatan keagamaan untuk memperingati momen-momen penting dalam kehidupan Buddha dan meningkatkan kesadaran diri serta spiritualitas.
Berikut ini adalah tema dan cara perayaan untuk memperingati Hari Raya Waisak, yaitu:
Tema Hari Raya Waisak tahun 2025
Tema memperingati Hari Raya Waisak 2025 adalah “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia” dengan subtema “Bersatu Mewujudkan Damai Waisak untuk Kebahagiaan Semua Makhluk”.
Tema ini mengandung makna mendalam yang mengajak umat Buddha untuk memperkuat nilai-nilai pengendalian diri dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai jalan menuju terciptanya kedamaian tidak hanya di lingkungan sekitar, namun juga di dunia secara luas.
Pengendalian diri dan kebijaksanaan adalah dua pilar utama dalam ajaran Buddha yang membantu mengatasi konflik batin dan eksternal. Dengan mengamalkan nilai-nilai ini, umat Buddha diharapkan mampu menjadi agen perdamaian di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Cara perayaan memperingati Hari Raya Waisak di Indonesia
Berikut beberapa cara memperingati perayaan Waisak, antara lain:
1. Mengunjungi Vihara
Umat Buddha mengunjungi vihara untuk berdoa, meditasi, dan melakukan puja (penghormatan) kepada Buddha.
2. Meditasi dan Puja
Umat Buddha melakukan meditasi dan puja untuk meningkatkan kesadaran diri dan menghubungkan diri dengan ajaran Buddha.
3. Membuat Dana
Umat Buddha membuat dana (amal) untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan, seperti membantu kaum duafa atau mendukung pembangunan vihara.
4. Mengikuti Prosesi
Umat Buddha mengikuti prosesi yang diadakan di vihara atau tempat-tempat suci, seperti membawa obor atau lilin sebagai simbol pencerahan.
5. Membaca dan Menghayati Ajaran Buddha
Umat Buddha membaca dan menghayati ajaran Buddha, seperti membaca kitab suci Tipitaka atau mendengarkan khotbah tentang ajaran Buddha.
6. Mengembangkan Kasih Sayang dan Empati
Umat Buddha mengembangkan kasih sayang dan empati terhadap semua makhluk hidup, serta berusaha untuk hidup dengan penuh kesadaran dan kedamaian.
7. Mengikuti Kegiatan Keagamaan
Umat Buddha mengikuti kegiatan keagamaan lainnya, seperti ceramah, diskusi, atau kegiatan sosial yang berkaitan dengan ajaran Buddha.
Dengan demikian, Waisak merupakan perayaan yang sangat penting bagi umat Buddha dan menjadi kesempatan untuk memperdalam ajaran Buddha dan meningkatkan Spiritualitas(*)




















