Kabupaten Sidoarjo, Tagarjatim.id – Aroma tak sedap menyelimuti pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Askab PSSI Sidoarjo yang rencananya digelar Sabtu, 10 Mei 2025. Lima calon pengurus, termasuk pejabat teras Pemkab Sidoarjo, tiba-tiba dicoret dari bursa pencalonan tanpa penjelasan gamblang. Dugaan manipulasi dan pelanggaran statuta pun mencuat ke permukaan.

Kelima nama yang tersingkir secara mendadak adalah Kadispora Sidoarjo Yudhi Iryanto, Suyitno, Setiyono, Achmad Sodarin, dan Syaiful Arif. Mereka sebelumnya dinyatakan lolos verifikasi, namun Komite Banding tiba-tiba mencoret mereka tanpa proses klarifikasi terbuka.

Keputusan tersebut sontak menuai gelombang protes. Ibnu Hambal, pemilik Klub dan SSB Bintang Putra sekaligus mantan Sekretaris PSSI Sidoarjo, menjadi salah satu pihak yang paling vokal.

“Sebagai pemilik klub yang punya hak suara, saya prihatin dengan proses KLB ini. Keputusan mencoret lima calon yang sebelumnya lolos verifikasi sangat janggal dan tidak disertai alasan yang transparan,” tegasnya.

Ia menyebut para calon tidak pernah diberi kesempatan untuk melengkapi berkas atau diklarifikasi.

“Ini namanya belum bertanding sudah dikalahkan. Harusnya biarkan voter yang menentukan, bukan dicoret sepihak,” kecamnya.

Sementara itu, Suyitno, salah satu calon yang terdepak, mengaku hanya pernah ditanya soal dokumen asli. “Saya hanya pernah ditanya soal berkas asli. Dan saya jawab semua sudah saya serahkan ke komisi pemilihan,” ujarnya.

Setiyono, calon lain yang juga dicoret, mengaku disebut terlambat mendaftar selama 25 menit, namun membantah keras tudingan itu.

“Saat datang, tidak ada petugas pendaftaran yang standby. Bahkan, menurut saya, ada calon lain yang datang lebih lambat tapi tetap diterima,” jelasnya.

Tak hanya pencoretan, perubahan jadwal KLB yang mundur dari akhir April ke 10 Mei 2025 juga menambah kecurigaan publik. Banyak pihak menilai ada upaya sistematis untuk menggiring hasil KLB sesuai kepentingan kelompok tertentu.

Puncaknya, 11 klub dan SSB resmi melayangkan mosi tidak percaya kepada Askab PSSI Sidoarjo, Asprov Jatim, hingga PSSI Pusat. Klub-klub seperti Tunas Jaya Tulangan, Pesawad, Akademi Talenta Muda, Trisula, dan Putra Jabon menuntut pergantian Komite Pemilihan dan Komite Banding.

“Mosi ini sudah kami kirim ke PSSI Pusat. Jika KLB tetap digelar besok, saya tidak akan hadir karena tidak ingin ikut melanggar aturan,” tegas Ibnu.

Di sisi lain, Ketua Komite Banding, Agoes Soeseno, bersikukuh bahwa keputusan pencoretan dilakukan sesuai prosedur dan berdasarkan rapat resmi.

“Komite Banding menetapkan calon tetap berdasarkan pemeriksaan terhadap dokumen asli dan ketentuan dalam Formulir A-1 yang wajib ditandatangani di atas materai,” jelasnya.

Agoes menyebut langkah ini diambil setelah menerima pengaduan dari sejumlah ketua klub anggota Askab. “Hasil rapat dari komite ini dituangkan dalam berita acara komite banding pemilihan,” imbuhnya.

Meski dibayangi penolakan dan ketegangan, KLB Askab PSSI Sidoarjo tetap akan digelar sesuai jadwal.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H