Lamongan, tagarjatim.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Lamongan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan. Program ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di daerah rawan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu siang ini dihadiri oleh Penata Penanggulangan Bencana Ahli Madya BPBD Jatim, Sriyono, Kepala Pelaksana BPBD Lamongan Joko Nursiyanto, serta perangkat desa, unsur Muspika, Koramil, dan Polsek Turi.

Destana merupakan program untuk membangun kapasitas masyarakat desa dalam mengidentifikasi, menganalisis, serta merespons risiko bencana. Fokus utama program ini adalah wilayah rawan banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.

Selain pembentukan Destana, warga juga melakukan penanaman pohon di area desa sebagai langkah mitigasi untuk mencegah banjir dengan meningkatkan daya serap air tanah.

Sekretaris BPBD Lamongan, Gunawan, menjelaskan bahwa program ini penting untuk meningkatkan peran aktif masyarakat, terutama kelompok rentan, dalam pengurangan risiko bencana.

“Tujuan Destana adalah melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bahaya serta meningkatkan peran warga dalam pengelolaan sumber daya dan informasi kebencanaan,” ujarnya.

Dengan pembentukan Destana, diharapkan masyarakat mampu mengambil langkah awal secara mandiri dalam penanggulangan bencana serta menjadi sumber informasi yang akurat bagi publik di saat krisis. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H