Banyuwangi, tagarjatim.id – Pemkab Jember bertekad untuk memperbaiki kualitas birokrasinya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah durasi pelayanan perizinan.

Terkait hal itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait mematok target tinggi. Ia menginginkan agar pelayanan perizinan di Jember bisa selesai dalam waktu setengah jam.

“Saya yakin ini pasti bisa. Kita akan mencontoh yang dilakukan di Kabupaten Kutai Timur, dimana pelayanan perizinan bisa selesai dalam waktu 36 menit,” ujar Fawait saat membuka acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jember 2025 -2030 di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (06/05/2025).

Target percepatan pelayanan perizinan di Jember juga dimasukkan dalam target seratus hari kerja bupati. Pria yang akrab disapa Gus Fawait ini bertekad ingin membuat pondasi kuat selama lima tahun ke depan.

“Saya yakin dengan berbagai pengalaman yang dimiliki para pejabat, dapat mewujudkan Jember baru Jember maju,” papar politikus Partai Gerindra ini.

Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkab Jember juga merangkul kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Seperti Prof Diansari dari Universitas Airlangga, dan Prof Mudrajad Kuncoro dari UGM.

Dalam kesempatan tersebut, Fawait juga menyinggung soal target peningkatan produksi pertanian di Jember. Saat ini, Pemkab Jember tengah membangun kerjasama dengan IPB guna mengembangkan potensi pertanian yang ada di Kabupaten Jember.

Kerjasama tersebut untuk menentukan bibit pertanian yang paling cocok dikembangkan dengan kondisi tanah dan iklim di Jember.

“Jangan sampai misalnya ada bantuan bibit tetapi tidak cocok dengan kondisi pertanian Jember. Yang justru akan menghambat peningkatan produktivitas pertanian di Jember,” pungkas Fawait. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H