Jember, tagarjatim.id – Hingga Minggu pagi (04/05/2025), Ngadiono masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember. Sebelumnya, lansia berusia 61 tahun itu menghebohkan para tetangganya karena diduga hendak bunuh diri.

Warga Jalan Trunojoyo VI RW 19, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember itu melakukan aksi nekatnya pada Sabtu (3/5/2025) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Dari dalam rumahnya, korban menyayat tangannya sendiri menggunakan gergaji.

“Awalnya warga mendengar suara korban marah-marah dan teriak. Sehingga didatangi banyak warga. Ternyata sudah banyak darah. Terlihat di pergelangan tangan sebelah kiri,” ujar petugas relawan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kaliwates sekaligus Koordinator Pendamping Disabilitas Jember, Denis Yeyeng Ekawatie saat dikonfirmasi.

“Mungkin marah karena kesakitan itu, kemudian kalau kata warga juga. Tangannya itu disayat dengan gergaji kecil,” sambungnya.

Hingga kini belum dipastikan motif Ngadiono diduga hendak bunuh diri dengan menggunakan gergaji untuk menyayat tangannya. Namun korban selama ini dikenal memiliki gangguan kejiwaan atau Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Saat itu di tangan korban sudah banyak darah. Juga berceceran di kasur dan lantai,” sambung Denis.

Mengetahui hal itu, warga langsung mencegah korban bertindak lebih jauh dengan merebut gergajinya.

“Tidak tahu dapat darimana. Selanjutnya langsung dilakukan upaya menolong korban,” tutur Denis.

Warga kemudian melapor ke polisi serta relawan untuk membantu upaya pertolongan.

Korban selama ini memang tinggal sendiri. Namun, di dekat rumahnya, terdapat keponakannya yang kerap merawat lansia bernasib malang tersebut.

Setelah berhasil dicegah dari perbuatan bunuh diri, Ngadiono semula dievakuasi ke puskesmas terdekat. Namun karena lukanya yang cukup parah, korban langsung dilarikan ke IGD RSBS.

“Korban juga tercatat masuk di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Untuk biaya medis ditangani oleh BPJS Kesehatan lewat Dinsos Jember,” papar Denis.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Kaliwates Kompol Sugeng Piyanto mengatakan sudah melakukan upaya membantu korban. Terkait motif, lebih lanjut polisi masih mendalami.

“Untuk motif ya, korban itu ODGJ. Info sementara melakukan aksi uji coba bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya. Info sementara menggunakan gergaji,” kata Sugeng.

Polisi masih mendalami kasus ini untuk memastikan motif korban menggergaji tangannya sendiri. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H