Jember, tagarjatim.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember kembali mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang kereta api. Masyarakat diminta untuk berhenti terlebih dulu guna memastikan tidak ada kereta api yang mendekat. Setelah dirasa aman, baru bisa melintas.

Imbauan itu kembali disampaikan KAI karena ada kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kereta api dengan sebuah dump truk di perlintasan sebidang yang tidak terjaga. Rabu (30/4), pukul 13.08 WIB di JPL 9 kilometer 3+278 petak jalan antara Stasiun Kalisat – Stasiun Ledokombo, perjalanan KA Ijen Ekspres dari Stasiun Malang dilanggar oleh sebuah dump truk.

KAI selalu menggunakan istilah ‘tertemper’ atau ‘tertabrak’ untuk menyebut kereta api yang terlibat kecelakaan dengan moda transportasi lain di perlintasan sebidang. Sebab, mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, perlintasan kereta api merupakan jalur milik moda transporasi kereta api.

“Kronologi kecelakaan, saat itu, KA Ijen Ekspres hendak melintasi JPL 9 yang tidak terjaga, tiba-tiba terdapat sebuah dump truk yang melintas di perlintasan tersebut. Masinis sesuai SOP ketika melewati perlintasan sebidang sudah membunyikan suling lokomotif berkali-kali,” ujar Manager Hukum dan Humasda KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro saat dikonfirmasi tagarjatim.id pada Rabu (30/04/2025).

Tiba-tiba terdapat sebuah dump truk atau truk bermuatan pasir yang melintas sehingga menyebabkan kejadian temperan yang tidak dapat terhindarkan.

“Seketika KA Ijen Ekspres langsung berhenti luar biasa di kilometer 3+500 petak jalan antara Stasiun Kalisat – Stasiun Ledokombo untuk dilakukan pemeriksaan sarana. Dalam pemeriksaan, terdapat kerusakan pada sarana lokomotif berupa kaca kabin masinis pecah dan cowhanger turun sehingga menyebabkan lokomotif KA Ijen Ekspres tidak dapat melanjutkan perjalanan,” sambung Cahyo.

Akibat peristiwa tersebut, KA Ijen Ekspres ditarik mundur menuju Stasiun Kalisat menggunakan lokomotif penolong dan dilakukan pergantian lokomotif. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh rangkaian KA Ijen Ekspres untuk menjamin keamanan dan keselamatan perjalanan menuju Stasiun Ketapang.

Akibat dari insiden tersebut KA Ijen Ekspres diberangkatkan kembali dari Stasiun Kalisat pukul 14.54 WIB dan mengalami kelambatan 123 menit.

“KAI Daop 9 Jember menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi pada perjalanan KA Ijen Ekspres relasi Malang – Ketapang sehingga mengakibatkan terjadinya kelambatan. Sedangkan untuk masinis, asisten masinis, dan seluruh penumpang KA Ijen Ekspres dalam kondisi selamat” pungkas Cahyo. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H