Kota Surabaya, tagarjatim.id — PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), subholding dari PT Pelindo, menunjukkan kinerja luar biasa dengan mencatatkan setoran kewajiban sebesar Rp1,94 triliun ke negara sepanjang tahun 2024. Angka ini melonjak 28% dibandingkan tahun sebelumnya, memperkuat kontribusi perusahaan terhadap penerimaan negara.

Dari total setoran tersebut, sebesar Rp1,69 triliun berasal dari pajak, Rp70,55 miliar dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan Rp175,80 miliar dari konsesi. Lonjakan setoran ini menjadi bukti nyata peningkatan kinerja dan kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan pemerintah.

Corporate Secretary SPTP, Widyaswendra, menegaskan bahwa kontribusi ini adalah wujud nyata komitmen perusahaan mendukung pembangunan nasional melalui APBN.

“Kontribusi sebesar Rp1,94 triliun merupakan hasil konsolidasi PT Pelindo Terminal Petikemas bersama entitas anak perusahaan di bawah pengelolaan perseroan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (29/4/2025).

Dalam rincian setoran pajak, pajak penghasilan (PPh) menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp992,27 miliar, disusul oleh pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar Rp641,25 miliar, serta pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar Rp64,13 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan kegiatan ekonomi yang lebih bergairah sepanjang tahun.

Widyaswendra menambahkan bahwa capaian tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun 2023. “Kenaikan ini mencerminkan peningkatan kinerja perusahaan yang konsisten mendukung penerimaan negara,” imbuhnya.

Pada 2023 lalu, SPTP melaporkan setoran Rp1,51 triliun yang terdiri dari Rp1,29 triliun pajak, Rp5,98 miliar PNBP, dan Rp214,18 miliar konsesi.

Secara keseluruhan, realisasi pendapatan negara tahun 2024 juga mencatatkan hasil positif dengan mencapai Rp2.842,5 triliun atau 101,4% dari target APBN 2024. Angka ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu dalam paparan kinerjanya.

Penerimaan pajak menjadi kontributor terbesar dalam struktur pendapatan negara dengan realisasi Rp1.932,4 triliun atau 100,5% dari target, tumbuh 3,5% secara tahunan. Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan penerimaan dari pajak penghasilan dalam negeri berkat membaiknya aktivitas ekonomi nasional.

Selain itu, dari sektor kepabeanan dan cukai, penerimaan tercatat sebesar Rp300,2 triliun atau 101,3% dari target, tumbuh 4,9% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh aktivitas ekspor-impor yang membaik, kenaikan harga komoditas CPO, serta relaksasi ekspor mineral.

Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tahun 2024 juga menunjukkan performa cemerlang dengan capaian Rp579,5 triliun atau 117% dari target.

Anggito Abimanyu menegaskan bahwa pencapaian keseluruhan ini menjadi pondasi kuat untuk upaya peningkatan kinerja pendapatan negara pada tahun 2025. “Kinerja pendapatan 2024 menjadi baseline untuk upaya peningkatan di tahun mendatang,” pungkasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H