Tagarjatim.id – Kementrian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) mulai mendorong seluruh masyarakat Indonesia untuk segera beralih dari kartu SIM fisik ke e-SIM. Langkah ini dianggap sebagai langkah untuk memperkuat keamanan digital nasional.

Seiring dengan kemajuan teknologi, banyak sekali penyalahgunaan identitas dalam layanan telekomunikasi. Salah satu yang paling banyak ditemui adalah, saat Anda ingin menggunakan data NIK namun ternyata sudah terdaftar atau digunakan pada kartu SIM yang lain, tentunya hal ini sangat merugikan bagi beberapa orang.

Manfaat Menggunakan e-SIM 

Kemudahan penggunaan e-SIM dapat membantu Anda mendapatkan manfaat yang cukup nyata, lebih efisien dan aman. Kemudahan yang didapatkan saat menggunakan e-SIM, antara lain:

1. Kemudahan Penggunaan

e-SIM dapat diaktifkan secara remote, sehingga tidak perlu memasukkan SIM fisik ke dalam perangkat.

2. Fleksibilitas

e-SIM memungkinkan pengguna untuk beralih antara operator seluler yang berbeda tanpa perlu mengganti SIM fisik.

3. Menghemat Ruang

e-SIM tidak memerlukan ruang fisik untuk SIM sehingga dapat membuat perangkat lebih ringan.

4. Mengurangi Risiko Kehilangan SIM card

e-SIM tidak dapat hilang atau rusak seperti SIM card fisik, sehingga mengurangi risiko kehilangan data dan nomor telepon.

5. Meningkatkan Keamanan

e-SIM dapat meningkatkan keamanan dengan menggunakan kode aktivasi yang aman dan autentikasi yang kuat.

Bahaya Menggunakan e-SIM

Meskipun e-SIM menawarkan kemudahan. Ada beberapa bahaya yang perlu Anda ketahui sebelum beralih menggunakan e-SIM, seperti:

1. Pencurian Identitas: Berbeda dengan kartu SIM fisik yang sering ditemui menggunakan NIK identitas orang lain, e-SIM dapat langsung diaktifkan jika perangkat Anda hilang atau dicuri, pelaku dapat dengan mudah mengaktifkan e-SIM dan menggunakan identitas Anda.

2. Phishing dan Penipuan: e-SIM dapat menjadi sasaran phishing dan penipuan, karena pelaku kejahatan dapat mengirimkan kode aktivasi palsu untuk mendapatkan akses ke e-SIM Anda.

3. Kebocoran Data: e-SIM dapat menyimpan data pribadi Anda, seperti nomor telepon dan informasi kontak. Jika e-SIM Anda diretas, data pribadi Anda dapat bocor dan digunakan untuk kejahatan.

Tips untuk Menggunakan e-SIM dengan Aman

1. Pastikan Keamanan Perangkat

Pastikan perangkat Anda memiliki keamanan yang baik, seperti password dan fingerprint, untuk mencegah akses. Tentunya, hal ini dapat menjadi cara menjaga keamanan data saat ponsel Anda tidak sengaja hilang.

2. Gunakan Kode Aktivasi yang Aman

Gunakan dan simpan kode aktivasi yang aman serta jangan membagikannya kepada orang lain.

3. Pantau Aktivitas e-SIM

Pantau aktivitas e-SIM Anda secara teratur untuk mendeteksi adanya kejahatan atau penipuan. Segera lakukan laporan jika ada notifikasi yang mencurigakan muncul di perangkat Anda.

Dengan memahami manfaat dan bahaya penggunaan e-SIM, Anda dapat menggunakan e-SIM lebih bijak dan aman. Pastikan Anda untuk selalu memantau keamanan perangkat dan e-SIM Anda untuk mencegah kejahatan dan penipuan. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H