Jember, tagarjatim.id – Keterbatasan bukan halangan untuk meraih mimpi. Semangat itu pula yang mendorong Holifatul Jannah untuk berjuang meraih mimpinya menjadi sarjana.

Terlahir dari keluarga petani sederhana di Situbondo, Holifa -nama panggilannya- justru terlecut untuk meraih berbagai cara yang halal demi membiayai kuliahnya di lulusan Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Universitas Jember (Unej).

Dan mimpi itu akhirnya terwujud, Sabtu (19/04/2025). Dengan didampingi kedua orang tuanya, Holifa mengikuti wisuda periode 8 bersama sekitar 800 orang lainnya dari program doktor, magister, sarjana, sarjana terapan, dan diploma di gedung Auditorium Unej.

Holifa mencukup kebutuhan hidupnya selama kuliah di Unej dengan cara berdagang. Hal itu sudah terbiasa ia lakukan sejak SMA demi meringankan beban orang tuanya.

“Sebenarnya saya dari dulu memang suka berjualan, dari SMA saya juga sudah sambil bekerja. Untuk hal ini selain menambah pemasukan juga membantu meringankan beban orang tua saya serta juga menjadi pengalaman berharga bagi saya untuk mengenal terlebih dahulu terkait dunia bisnis,” ungkap Holifa saat diwawancarai.

Membuka usaha dengan berdagang tidak membuat Holifa putus asa dalam belajar. Justru dari kesibukan yang bermanfaat tersebut membuatnya lebih semangat dalam menggapai gelar sarjana. Disela-sela kesibukan masa kuliah, Holifa menyempatkan sedikit waktunya untuk berjualan meski menurutnya hal tersebut cukup menguras waktu dan tenaga, namun ia tidak mudah putus asa.

“Melihat perjuangan orang tua saya di rumah yang mengusahakan sebaik mungkin agar saya bisa berkuliah dan bertahan di Jember. Saya juga ingin membuktikan kepada orang-orang yang menganggap orang tua saya tidak akan mampu membawa saya menjadi sarjana, bahwa saya bisa dan akan membanggakan orang tua saya. Tentu saja balik lagi ke tujuan saya kuliah diawal, karena saya ingin membanggakan orang tua serta membuktikan pada diri saya serta orang lain bahwa seorang anak petani juga berhak mengenyam pendidikan sarjana dan bisa merubah nasib keluarga,” paparnya.

Dari beberapa kesibukannya dimasa kuliah, Holifa juga memiliki beberapa prestasi yang ia raih ketika dirinya aktif di di UMKM silat Unej. Ia pernah menjuarai perlombaan Banyuwangi Championship Kelas B Putri dengan perolehan juara 3 dan memperoleh juara 2 pada Seleksi Porprov Universitas Kelas B Putri.

Menurut Holifa membagi waktu merupakan tantangan terbesar baginya. Di sela-sela kesibukannya ketika kuliah, kerja dan mengikuti kegiatan organisasi Holifa tetap jalani semua dengan penuh tanggung jawab dan semangat.

“Saya mencoba enjoy melakukan semua kegiatan dan menjadikan hal tersebut sebagai rutinitas. Selain itu, saya di waktu luang melakukan refreshing dengan jalan-jalan atau melalukan hobi saya,” jelas Holifa.

Selain itu, ia juga berpesan kepada para mahasiswa yang juga sama-sama berjuang seperti dirinya, “Buat temen temen yang sekarang lagi berjuang ingat bahwa perjalanan ini bukan soal siapa yang paling cepat, tapi siapa yang tetap bertahan. Saya pernah merasa lelah, ingin menyerah, bahkan ragu dengan kemampuan sendiri,” tuturnya.

“Tapi satu hal yang selalu saya pegang yaitu setiap proses itu membentuk, bukan hanya mengantarkan. Kuliah bukan hanya tentang lulus, tapi tentang bagaimana kita tumbuh sebagai pribadi yang lebih tangguh, lebih bijak, dan lebih siap menghadapi dunia nyata,” sambungnya.

Sementara itu, Rektor UNEJ, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng. dalam sambutannya, mendorong agar para lulusan Unej untuk bisa beradaptasi memperbarui keterampilan dan fokus kepada sektor yang berkembang seperti teknologi, energi terbarukan dan industri kreatif.

“Perusahaan cenderung memilih individu yang dapat membawa inovasi dan solusi untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang ada. Oleh karena itu kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan kepedulian terhadap sosial dan lingkungan akan menjadi faktor kunci dalam memperoleh peluang kerja di masa depan,” tutur pakar teknologi pangan ini. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H