Bondowoso, tagarjatim.id – Suasana ceria tergambar menyeruak di Panti Jompo milik Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha (UPT PSTW) Dinas Sosial Jatim, di Bondowoso pada Kamis (17/04/2025).
Siang itu, puluhan lansia di panti jompo tersebut kedatangan tamu spesial. Mereka adalah para anggota komunitas Tionghoa yang tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Bondowoso.
Pada siang itu, PSMTI Bondowoso menggelar bakti sosial di panti jompo dengan membagikan sejumlah makanan istimewa. Acara hiburan sederhana juga dihelat untuk menyenangkan para lansia yang sudah tidak tinggal bersama keluarga kandungnya lagi itu.
“Kami berharap, melalui kegiatan ini, selain bisa menghibur para lansia, juga bisa menggugah kepedulian elemen masyarakat lain agar lebih peduli terhadap lansia, terutama yang ada di panti jompo,” tutur Ketua PSMTI Bondowoso, Immanuel.
PSMTI juga bermaksud menggelar kampanye kemanusiaan dengan aksi nyata. Yakni kepedulian tanpa membedakan latar belakar agama, suku, atau pun golongan.
Acara tersebut dihelat PSMTI Bondowoso berkolaborasi dengan Komunitas Hamba Allah yang juga terdiri dari umat kristiani dan masyarakat umum.
Koordinator Komunitas Hamba Allah, Ineke Wijaya menjelaskan, kegiatan semacam ini sudah berlangsung selama 10 tahun.
“Kita sebenarnya rutin. Tiap minggu kami datang dengan menu makanan dan camilan yang berbeda-beda,” ungkap Ineke.
Paket bantuan yang diberikan untuk para lansia ini diantaranya makanan, makanan ringan, balsem, minyak kayu putih hingga pampers.
Ineke menyebut, menu yang disediakan menyesuaikan dengan kesehatan para Lansia. Seperti makanan yang tidak pedas, tidak boleh terlalu banyak susu, tidak keras dan lain-lain.
Komunitas Hamba Allah dan PATMI melakukan penggalangan dana secara swadaya pada anggota. “Tak ada kewajiban jumlah sumbangan. Melainkan diberikan secara sukarela,” jelas dia.
Karena sudah terbiasa, lanjut Ineke, para lansia di panti jompo tersebut sudah akrab dengan para Komunitas Hamba Allah.
Jika komunitas ini tidak datang untuk memberikan bantuan setiap Rabu, para lansia biasanya menanyakan. “Karena sudah terbiasa,” imbuh dia.
Menurutnya, aktivitas sosial rutinan ini dilakukan tak hanya ingin hadir di tengah-tengah Lansia. Tapi juga untuk mengkampanyekan kepedulian dan kerukunan dalam melakukan kegiatan positif.
“Mereka butuh perhatian dan cinta kita. Semenjak kita masuk, banyak orang-orang tanya, dan juga tergugah berbagi kesini,” jelas dia.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan UPT PSTW Bondowoso, Didik Maryanto, mengatakan ada puluhan Lansia dari berbagai wilayah yang tinggal di UPTnya. Mereka adalah orang tua yang dititipkan oleh keluarga dari Bondowoso, Kabupaten/Kota Probolinggo, Lumajang, Malang, dan lainnya.
“Sebenarnya total kemarin ada 100 lansia yang menghuni di sini. Tetapi beberapa hari yang lalu ada yang meninggal, sehingga jumlahnya berkurang,” ujarnya.
Didik mengapresiasi dan terima kasihnya atas kepedulian dari para donatur.
“Terima kasih dan apresiasi atas peran aktif dan konsistennya berbagi dengan Lansia,” pungkas Didik. (*)




















