Kabupaten Blitar, tagarjatim.id – Pencarian korban tenggelam terseret arus sungai Brantas di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, membuahkan hasil. Korban Safrian Adinata, 20 tahun diketemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Bangoan, Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Selasa malam (9/4/2025).

Jenasah korban ditemukan mengapung di pusaran air, disekitar tumpukan sampah sungai Brantas. Tim Pos Basarnas Malang bersama gabungan langsung melakukan evakuasi terhadap jenasah korban.

Koordinator Pos Basarnas Malang, Andris Dwi Prasetyo dikonfirmasi wartawan mengatakan, proses penemuan sekitar pukul 10 malem, berdasar info dari petugas tambangan, yang melihat jenazah korban hanyut di sekitar tambangan.

“Langsung diinfokan ke posko dan ditindaklanjuti. KIta cegat di desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru Tulungagung,” ujar Andris kepada wartawan Rabu (10/4/25).

Andris menambahkan kondisi jenasah korban sudah jelek, sudah melepuh kulit mengelupas dan sulit untuk dikenali. Diduga kondisi korban akibat benturan dengan bebatuan sungai, selama hanyut tenggelam. Meski sulit dikenali, petugas akhirnya memastikan jenasah korban adalah Safrian Adinata.

“Tapi karena ada ciri khusus, salah satu jari kaki hilang. Sudah dikonfirmasi keluarga yang datang. Sudah dibawa ke RSUD iskak,” imbuh Andris.

Sementara jarak dari titik tkp ke Bangoan, sekitar 20 kilometer. Kondisi debit air naik, dan arusnya lumayan kencang dan jenasah berada disekitar tumpukan sampah. Proses evakuasi korban, berlangsung dramatis dan cukup lama karena kondisi lokasi sulit dijangkau.

“Evakuasi 2 jam lebih, karena kondisi tidak memungkinkan,” pungkas Andris. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H