Tagarjatim.id – Usus buntu merupakan organ yang terhubung dengan usus besar dan terletak di rongga perut bagian kanan bawah. Organ ini memiliki bentuk seperti kantung kecil dan tipis berukuran sekitar 5 hingga 10 cm. Walaupun ukurannya kecil, organ ini sangat membantu menjaga usus besar dan saluran cerna agar tetap sehat dan terbebas dari kuman penyebab infeksi.
Sama seperti organ yang lainnya usus buntu juga dapat bermasalah ketika tersumbat atau terinfeksi. Masyarakat sering menilai bahwa biji cabai juga dapat menyebabkan usus buntu. Ini karena adanya anggapan bahwa biji cabai tidak dapat dihancurkan oleh tubuh yang akhirnya menumpuk dan menimbulkan infeksi atau radang di usus. Alhasil, banyak orang yang terkadang memisahkan biji cabai terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
Fakta atau Mitos Biji Cabai Menyebabkan Usus Buntu?
Anggapan bahwa biji cabai dapat menyebabkan usus buntu hanyalah mitos belaka. Dilansir dari website Alodokter, hingga saat ini belum ada riset maupun data yang membenarkan anggapan tersebut.
Biji cabai belum terbukti bisa menumpuk di usus buntu dan memicu peradangan atau infeksi. Perlu diketahui bahwa usus buntu bukan disebabkan oleh biji cabai, biji jambu, biji tomat, sayur maupun buah berbiji kecil yang biasa dikonsumsi lainnya.
Sedangkan faktanya sering mengonsumsi makanan pedas juga dapat membuat masalah pada pencernaan, seperti lambung dan usus. Saluran cerna yang bermasalah dapat menyebabkan berbagai gangguan mulai dari diare hingga asam lambung (GERD).
Usus buntu dapat disebabkan oleh sumbatan, sumbatan ini bisa terjadi karena tinja yang mengeras, infeksi parasit atau cacing, cedera perut, penebalan jaringan dinding usus buntu, hingga tumor. Ketika usus buntu tersumbat, bakteri dapat tumbuh dan berkembang biak yang akan membuat usus buntu meradang, membengkak, hingga bernanah.
Hal ini jika dibiarkan dan tidak segera ditangani, usus buntu yang bermasalah bisa pecah dan menyebarkan bakteri ke dalam rongga perut, sehingga dapat menimbulkan kondisi yang disebut peritonitis. Kondisi ini bisa berbahaya dan mengancam nyawa jika tidak segera ditangani ahlinya.
Apa Saja Gejala Usus Buntu?
Anda juga harus mengetahui dan waspada gejala usus buntu yang timbul. Jika Anda merasa mengalami nyeri perut di bagian kanan bawah, nyeri ini biasanya dimulai dari sekitar pusar dan berpindah ke perut kanan bawah dalam beberapa jam. Apalagi disertai gejala perut kembung, mual, mutah, diare, demam, serta nyeri saat buang air kecil. Jika Anda merasakan gejala tersebut sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Bagaimana Cara Mencegah Usus Buntu?
Setelah mengetahui bahaya usus buntu, mulai sekarang Anda dapat menerapkan pola hidup sehat. Berikut contoh hal yang dapat Anda lakukan:
1. Konsumsi makanan berserat, Anda dapat mengonsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan gandum utuh. Makanan berserat dapat membantu memperlancar proses pencernaan Anda.
2. Minum air putih, meminum air putih setidaknya 2 hingga 3 liter sehari atau kurang lebih setara dengan 8 gelas air putih.
3. Tidak menahan dan rutin buang air besar, usahakan untuk bisa buang air besar setiap harinya serta tidak menunda buang air besar ketika sudah merasa mulas. (*)




















