Malang, tagarjatim.id – Selama periode angkutan libur Lebaran 2025, Stasiun Malang tercatat melayani 130.023 penumpang Kereta Api (KA), dengan rincian 66.094 penumpang berangkat dan 63.929 penumpang turun.

Angka tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi mudik dan balik Lebaran, yang berlangsung antara 21 Maret hingga 7 April 2025.

Menurut Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, arus balik Lebaran tahun ini menunjukkan kecenderungan yang lebih dominan pada jumlah penumpang yang datang ketimbang yang berangkat. Ia menjelaskan bahwa puncak arus balik terjadi antara 2 hingga 7 April 2025.

“Antusiasme masyarakat dalam menggunakan kereta api selama Angkutan Lebaran sangat luar biasa. Puncaknya terlihat jelas pada arus balik, yang tercatat lebih banyak penumpang turun dibandingkan yang berangkat,” ujar Luqman pada Senin (7/4/2025).

Data operasional menunjukkan bahwa pada 2 April 2025, Stasiun Malang melayani 3.149 penumpang yang berangkat dan 3.982 yang turun.

Pada 3 April, angka ini sedikit meningkat dengan 3.282 penumpang yang berangkat dan 4.244 yang turun. Angka ini terus meningkat pada 4 hingga 6 April, dengan 5.156 penumpang turun pada 5 April, dan 5.636 penumpang turun pada 6 April.

Hingga 7 April 2025, hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 2.911 penumpang naik, sementara 5.672 penumpang turun.

Luqman juga menambahkan bahwa selama masa angkutan Lebaran ini, Stasiun Malang memberangkatkan 13 kereta api jarak jauh setiap harinya, yang terdiri dari 11 kereta api reguler dan 2 kereta api tambahan.

“Kami menyediakan total 6.614 kursi per hari untuk memfasilitasi perjalanan penumpang selama periode ini,” tutup Luqman.

Dengan angka yang signifikan, PT KAI Daop 8 Surabaya memastikan kelancaran layanan transportasi Lebaran, serta kesiapan untuk menangani lonjakan penumpang dengan pengaturan kereta tambahan dan optimalisasi kapasitas tempat duduk.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H