Kabupaten Blitar, tagarjatim.id – Parisadha Hindu Dharma Indonesia, PHDI Kabupaten Blitar, membatasi jumlah peserta pawai ogoh ogoh di Wlingi, karena pelaksanaan bertepatan dengan Ramadan. Peserta yang biasanya mencapai 70 an lebih, kali ini hanya 51 peserta terdiri dari peserta dewasa, anak anak serta sekolah.

Selain itu, prosesi pawai nantinya diharapkan selesai lebih awal sehingga tidak mengganggu pelaksanaan waktu berbuka bagi umat muslim. Bahkan, petugas keamanan atau pecalang juga tak bekerja sendirian namun dibantu oleh sejumlah petugas dari gereja di wilayah Wlingi. Sebuah toleransi beragama yang patut menjadi contoh bagi daerah lainya.

“Jumlah peserta ogoh ogoh tahun ini agak berkurang, karena pelaksanaan kebetulan bersamaan dengan hari hari terakhir ramadan,” ungkap Priyoko, Ketua PHDI Blitar kepada wartawan, jelang pawai Jumat (28/3/2025).

Priyoko menambahkan, pihaknya juga mensiasati pelaksanaan pawai ogoh ogoh di wilayah Blitar, dibagi di tiga lokasi berbeda. Pelaksanaan terpusat di Taman Wlingi, sementara dua lokasi lainya adalah Ringintelu serta Ponggok.

“Sebagian sudah melaksanakan di wilayah sendiri seperti Ponggok dan Ringintelu, sehingga jumlah pesertanya kita pres, karena waktunya juga terbatas, ya bentuk toleransilah,” imbuh Priyoko.

Pawai ogoh ogoh diawali dengan upacara tawur agung kesanga, yang diikuti oleh seribuan umat hindu dari berbagai daerah di Kabupaten Blitar. Usai upacara, pawai ogoh ogoh digelar dengan menempuh rute sepanjang 4 km. Pawai mengarak replika raksasa sebagai simbol sifat jahat manusia yang harua dihilangkan sebelum melakukan catur brata penyepian keesokan harinya.

“Besok kita semua umat Hindu melakukan catur brata penyepian, yaitu berpuasa selama 24 jam, keesokan harinya kita melakukan ngembak geni atau upacara setelah nyepi,”pungkas Priyoko.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H