Kabupaten Blitar, tagarjatim.id – Bulan Ramadan menjadi bulan yang tepat untuk memperbanyak amal ibadah. Salah satunya dengan berbagi ke sesama. Seperti yang dilakukan pemilik wisata Kampung Coklat Blitar.

Sekitar 6 ribu jamaah pengajian rutinan Sabtu pagi di Kampung Coklat, menerima amplop zakat mal dari pemilik wisata di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar di akhir pekan kedua ramadan. Mereka datang dari berbagai daerah di sekitar Blitar, bahkan hingga luar kota. Ribuan jamaah ini sebelumnya mendengarkan pengajian yang disampaikan oleh Kyai Dawami NurHadi.

Mereka duduk teratur di ruang semi terbuka, untuk mengikuti pengajian selama sekitar satu jam setengah. Usai pengajian, jemaah kemudian mengantri yang diatur oleh petugas keamanan dan karyawan kampung coklat, berbaris rapi.

Warga mengaku datang ke kampung coklat sejak pagi buta selepas sahur, untuk mengikuti pengajian. Jamaah bukan hanya orang dewasa namun juga anak anak usia sekolah dan balita. Mereka mendapatkan uang zakat yang besaranya berbeda antara 25 ribu hingga 50 ribu rupiah.

“Kita setiap sabtu pagi pasti kesini ya, mencari siraman rokhani biar bisa nenangin hati. Iya dapat amplop ini,” ungkap Erna Dwi, jamaah pengajian asal Lodoyo kepada wartawan, Sabtu (14/3/25).

Pelaksanaan rutinan sabtu pagi di Kampung Coklat telah dimulai sejak berdiri 2014 lalu. Jamaah awalnya hanya sekitar duaratusan hingga saat ini bertambah mencapai diatas 6 ribuan jamaah. Sementara pemberian zakat mal juga dilakukan secara rutin setiap ramadan kepada peserta pengajian.

“Kami rutin memberikan “THR” ini kepada jamaah, sejak kampung coklat berdiri 2014 lalu,” tutur Edi Purwanto, Direktur Marketing Bisnis Kampung Coklat Blitar kepada wartawan di sela pembagian.

Edi menambahkan, beberapa tahun terakhir jumlah jamaah berkembang pesat. Kondisi ini turut membuat pihak kampung coklat juga melakukan pengaturan antrian dengan melibatkan petugas keamanan, karyawan dan kepolisian. Mereka akan mengatur antrian penerima zakat mal, untuk menghindari adanya saling desak desakan bahkan kericihan dalam antrian.

“Kami melibatkan petugas kepolisian sektor kademangan untuk membantu kelancaran proses pembagian, agar tertib dan teratur,” pungkas Edi. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H