Kota Surabaya, tagarjatim.id – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mencatat antusiasme tinggi masyarakat dalam program diskon tambah daya listrik yang digelar menyambut Ramadan 2025. Hingga 1 Maret 2025, sebanyak 5.300 pelanggan di berbagai daerah telah memanfaatkan promo ini, dengan wilayah Madiun mencatat jumlah tertinggi sebanyak 664 pelanggan, disusul Kediri (580 pelanggan) dan Bojonegoro (503 pelanggan).
Program bertajuk “Menyambut Ramadan 2025” ini memberikan diskon 50% bagi pelanggan dari semua golongan tarif yang ingin meningkatkan kapasitas listriknya. Selain itu, PLN juga memberikan tambahan diskon 50% khusus untuk rumah ibadah, guna mendukung kenyamanan dalam menjalankan kegiatan keagamaan selama bulan suci.
Promo ini berlaku untuk pelanggan tegangan rendah dengan daya mulai dari 450 volt ampere (VA) hingga 5.500 VA untuk sistem 1 fasa, serta 6.600 VA hingga 13.200 VA bagi pelanggan dengan sistem 3 fasa.
Pelanggan yang ingin menikmati diskon ini cukup melakukan satu kali transaksi pembelian token listrik atau pembayaran tagihan melalui aplikasi PLN Mobile selama periode program, yakni 22 Februari hingga 1 Maret 2025.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi kepada pelanggan sekaligus solusi bagi kebutuhan listrik yang meningkat selama Ramadan.
“Saat Ramadan, konsumsi listrik biasanya meningkat. Promo diskon tambah daya ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi pelanggan untuk menikmati pasokan listrik yang lebih optimal. Semoga program ini bermanfaat dan mendukung produktivitas masyarakat sehari-hari,” ujarnya, Rabu (12/3).
Selain promo tambah daya, PLN sebelumnya juga telah memberikan diskon tarif listrik sebesar 50% bagi pelanggan rumah tangga, baik pascabayar maupun prabayar, dengan daya 450 VA hingga 2.200 VA.
Diskon ini berlaku untuk pembelian token prabayar pada Januari dan Februari 2025, serta pemakaian pascabayar untuk tagihan bulan Februari dan Maret.
Data PLN menunjukkan bahwa konsumsi listrik mengalami lonjakan signifikan, yakni meningkat hingga 36,90% pada akhir Januari 2025 dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini mengindikasikan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pasokan listrik yang lebih stabil dan terjangkau, terutama menjelang Ramadan. (*)




















