Kota Blitar, tagarjatim.id – Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah dan ampunan. Umat muslim dimanapun berada, berlomba untuk menjemput hidayah di bulan penuh berkah. Tak terkecuali warga binaan, penghuni lapas kelas llB Blitar, ditengah menjalani masa hukuman atas berbagai kasus kriminal yang menimpa mereka.

Sebuah tembok dengan lorong sempit, sebagai sel khusus perempuan, terlihat sekitar 32 penghuninya mengikuti kegiatan kajian oleh seorang ustadzah dari Kemenag Kota Blitar, Selasa (11/3/2025). Mereka mengenakan pakaian muslimah, dan mengenakan kerudung.

Sekitar 1 jam kemudian, pengajian usai, dan sejumlah perempuan berusia 20 tahunan ke atas ini melanjutkan mengambil kitab suci Al Quran. Mereka kemudian menggelar tadarus berjajar sambil dikawal petugas lapas perempuan diujung barisan.

Aul, seorang warga binaan atas kasus prostitusi online terlihat lancar membaca ayat suci Al Quran bersama sesama warga binaan lainya. Perempuan 22 tahun ini, mengaku sejak sekolah di MI telah mampu membaca lancar, diteruskan dengan pendidikan diniyah ketika sore hari.

Pengantin baru ini, terjerat kasus protitusi online bersama suaminya, sebulan setelah pesta pernikahan dan dikenakan vonis 3 tahun penjara. Ini adalah tahun pertama, perempuan berparas cantik ini menjalani ramadan terpisah dari orang tua. Meski sedih, namun kebersamaan dengan sesama warga binaan perempuan, serta kegiatan pondok ramadan membuat batinnya lebih tenang.

“Lebih tenang, lebih tentram mengikuti kegiatan mengaji dan baca quran. Awalnya sedih, karena pertama kali ramadan tanpa orangtua,” akunya kepada wartawan disela tadarus.

Aul menambahkan selain bekal kegiatan dan siraman rohani selama ramadan, dirinya berdoa agar masa hukumannya juga mendapatkan remisi.

“Ya pengennya dapat pengurangan hukuman dan segera berkumpul bersama keluarga,” ucapnya pelan.

Sementara Kasi Binadik dan giatja, Lapas llB Blitar, Pradana mengatakan kegiatan ramadan di lapas diperbanyak kajian ibadahnya dibanding hari biasa. Bahkan, pekan kedua ramadan ini, jamaah Masjid Attaubah dalam lapas, sudah katam membaca 30 juz dan saat ini menuju katam keduakalinya.

“Mereka selama ramadan, kegiatannya penuh. Diawali shalat sunat hajat, taubat dan baca tulis al quran,” terangnya kepada wartawan.

Meski berada di dalam kepungan tembok kokoh dan terpisah dari dunia luar, penghuni lapas yang muslim tetap menjalankan ibadah puasa serta kegiatan ibadah lainya. Mereka diharapkan mendapatkan bekal ilmu agama lebih baik dan bermanfaat ketika kembali membaur ke masyarakat saat keluar nantinya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H