Kabupaten Malang, tagarjatim.id – Meskipun Lebaran 2025 masih tiga minggu lagi, namun pemesanan hampir sudah melejit. Kondisi tersebut juga dirasakan oleh Toko Kue Obby di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Termasuk peminat kue nastar apel yang menjadi menu best seller, permintaannya kian melonjak tajam.

Toko kue yang juga menjadi pusat oleh-oleh Kabupaten Malang ini memiliki produk unik yang tak dimiliki oleh toko kue lain. Menyajikan menu nastar apel, membuat toko ini banyak dilirik para pecinta kue kering saat momen Lebaran 2025.

Tak hanya bentuknya yang mirip buah apel berukuran kecil dengan warna hijau kemerahan, nyatanya pemilik toko kue Obby ini juga mengganti selain nanas menggunakan selai apel yang menis legit.

Pemilik Toko Kue Obby, Robiatun Hasanah, mengungkapkan ide awal membuat produk nastar apel berawal dari keinginannya memproduksi produk kue kering yang memiliki ciri khas Malang.

“Malang terkenal dengan apel, jadi kami terinspirasi untuk membuat kue nastar dengan isian selai apel,” kata Robiatun saat ditemui di Toko Kue Obby, Senin (10/3/2025).

Selain itu, keinginannya membantu petani apel di sekitar rumahnya juga menjadi dasar produk nastar apel dilauncingkan pada tahun 2024 lalu.

Tak disangka, kini permintaan kue nastar apel bikinannya semakin meningkat. Pemasarannya melalui media sosial (medsos) viral dan banyak diburu oleh pecinta kue kering saat momen Lebaran 2025.

“Alhamdulillah, nastar apel kini diterima masyarakat luas. Karena selama ini nastar kan di dalamnya menggunakan selai nanas, ini kita modivikasi menggunakan apel alhamdulillah diterima masyarakat,” ujarnya.

Dalam sehari, Obby sapaan akrabnya, mampu menjual 200 hingga 500 toples. Bahkan permintaan paket hamper telah diterimanya sebelum Ramadan.

“Ada kenaikan permintaan sekitar 30 persen, setiap hari permintaan mencapai 200 hingga 500 paket. Setiap paket pasti ada nastar apel, karena itu produk unggulan kami,” kata Robiatun.

Selain kualitas yang terus dijaga, harga di kue kering miliknya juga terus turut menjadi perhatian di saat toko lain menaikan harga jelang lebaran, ia justru konsisten menjaga harga awal.

“Kami tetap menjaga harga meski menjelang Lebaran, karena kami ingin agar petani apel tetap merasakan manfaat dari popularitas nastar apel kami,” tambahnya.

Diterangkan Obby, kue nastar apel miliknya dibanderol mulai dari harga Rp 87 ribu hingga Rp137 ribu per toples dengan ukuran berbeda-beda. Sementara itu, untuk paket hampers,l dibandrol mulai Rp200 ribu hingga Rp1 juta sesuai permintaan.

“Kami memiliki toko offline, dan juga melayani penjualan online melalui platform digital. Masyarakat bisa memesan langsung lewat TikTok, Instagram, atau WhatsApp,” tutupnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H