Kota Surabaya, tagarjatim.id – Polusi udara di perkotaan terus menjadi permasalahan serius yang mengancam kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Menjawab tantangan ini, sekelompok siswa Sampoerna Academy menghadirkan inovasi cerdas berupa 3-in-1 Tree, pohon artifisial multifungsi yang dirancang untuk menyerap polusi udara, menerangi jalan, serta menjadi tempat berteduh.

Inovasi ini diperkenalkan dalam STEAM Expo 2025, ajang tahunan yang menampilkan proyek inovatif berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM). Tahun ini, acara yang mengusung tema “Rethink, Recycle, Innovate” semakin istimewa karena untuk pertama kalinya menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai mitra utama.

Anushia Senthevadivel, Principal Sampoerna Academy Surabaya Grand Pakuwon Campus, menjelaskan bahwa STEAM Expo tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga wadah bagi siswa untuk menghasilkan solusi nyata bagi permasalahan di sekitar mereka.

“Kami selalu mendorong siswa untuk berinovasi dengan pendekatan multidisiplin. Proyek seperti 3-in-1 Tree menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan dapat dimanfaatkan untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat,” ujarnya.

Mikroalga dan Panel Surya: Teknologi Ramah Lingkungan dalam Satu Pohon

Dikembangkan oleh empat siswa kelas 6B—Aireen Angelie, Alysia Kanaya, Nadifah Azizah, dan Amadeus Isaac—3-in-1 Tree menawarkan pendekatan unik dalam mengatasi polusi udara. Pohon artifisial ini memanfaatkan mikroalga, organisme yang terbukti 50 kali lebih efektif dalam memproduksi oksigen dibandingkan pohon biasa.

“Kami ingin menciptakan solusi hijau yang bisa diterapkan di kota-kota besar, di mana ruang hijau terbatas dan polusi udara tinggi,” jelasnya.

Selain sebagai penyerap polusi, 3-in-1 Tree juga berfungsi sebagai lampu penerangan jalan berbasis energi matahari. Panel surya di bagian atasnya mengisi daya baterai pada siang hari, yang kemudian digunakan untuk menyalakan lampu LED secara otomatis di malam hari. Sensor LDR (light dependent resistor) memastikan lampu hanya menyala saat kondisi gelap, sehingga penggunaan energi menjadi lebih efisien.

Tidak hanya itu, struktur pohon ini juga dirancang ergonomis dengan tambahan tempat duduk di bagian bawahnya, menjadikannya ruang istirahat bagi pejalan kaki.

Meskipun inovatif, proyek ini juga menghadapi tantangan teknis, salah satunya adalah risiko algae bloom atau pertumbuhan mikroalga yang tidak terkendali. Untuk mengatasi hal ini, tim mengintegrasikan aerator yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem dalam air.

Setelah sukses dipamerkan dalam STEAM Expo, 3-in-1 Tree akan bersaing dalam STEAM Competition 2025 pada 15 Maret mendatang di Sampoerna Academy L’Avenue, Jakarta. Kompetisi ini akan mempertemukan 10 finalis dari tingkat SD, SMP, dan SMA yang bersaing memperebutkan hadiah utama senilai Rp 24 juta. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H