Kabupaten Blitar, tagarjatim.id – Seribuan jamaah memenuhi area Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Senin (3/3/25).
Jamaah mulai berdatangan ke lokasi pondok selepas shilat maghrib untuk bersiap-siap melaksanakan sholat tarawih di pondok tersebut.
Jamaah berasal dari berbagai desa di wilayah perbatasan Kabupaten Blitar, Tulungagung dan Kediri. Lokasi pondok memang berada di perbatasan ketiga wilayah di area Mataraman ini.
Begitu imam sholat Gus Mohammad Shodiqibasthubiri, putra pengasuh Ponpes KH M Dliya’uddin Azzamzami memulai sholat isyak, jamaah langsung mengikuti di dalam masjid dan meluber ke halaman hingga jalan gerbang pondok.
Jamaah kemudian mengikuti sholat tarawih, yang selalu viral di berbagai media sosial setiap Ramadan, karena narasi shalat tarawih kilat alias super cepat.
Berbagai alasan jamaah datang dan mengikuti sholat tarawih plus witir 23 rakaat, yang berlangsung sekitar 10 menit ini. Namun rata-rata mereka datang dan ikut tarawih karena jauh lebih cepat selesai dibanding tempat lainnya.
“Saya datang dari Ringinrejo Kediri, sekitar 5 km dari sini. Alasanya setiap tahun sholat tarawihnya di sini, karena lebih cepat selesai,” kata Mohammad Darul, jamaah shalat saat ditanya wartawan di lokasi.
Usai tarawih, imam shalat Gus Mohammad Shodiqibasthubiri alias Gus Basith mengatakan, jika jamaah sholat tarawih selalu membeludak setiap Ramadan.
Sholat tarawih seperti ini, kata Gus Bast, sudah turun temurun mulai oleh kakek buyutnya, KH Abdul Ghofur pada tahun 1907 silam.
Menurutnya, sholat tarawih cepat dilakukan kala itu karena mayoritas jamaah adalah petani yang bekerja di sawah, hingga mereka bisa kembali beraktivitas usai tarawih.
Kebiasaan shalat taraweh cepat ini akhirnya berlangsung hingga satu abad lebih, dan masih dijaga oleh generasi ke 4 Pondok Pesantren salaf tertua di Blitar ini.
“Alhamdulilah jamaahnya semakin banyak. Alhamdulillah di sini masih sesuai dengan tradisi istilahnya kalau panjenengan sedoyo menjumpai sholat tarawih cepat, ini tidak sampai mengurangi rukun sholat dan tidak merusak keabsahan sholat,” tegas Gus Basith.
Gus Basith menambahkan, jika beberapa tahun sebelumnya ramai dan viral di media sosial beredar video tentang durasi taraweh plus witir 23 rokaat, hanya berlangsung 7 menit.
“Kalau berlangsung 7 menit enggaklah, tarawih kami ini memang cepat, ya sekitar 10 atau 12 menit lah,” pungkasnya. (*)




















