Kota Batu, tagarjatim.id – Program Penanaman jagung oleh Gugus Tugas Polri bersama stakeholder guna mendukung ketahanan pangan, di Jalan Langsep, Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu beberapa waktu lalu membuahkan hasil.

Pada Rabu (26/2/2025), telah dilakukan panen raya jagung serentak tahap pertama. Dari panen tahap pertama ini menghasilkan jagung sebanyak 45,6 ton, dari luas lahan 54 ribu meter persegi yang ditanami bibit jagung Pertiwi 6 sebanyak 76 kilogram.

Wakapolres Batu, Kompol Danang Yudanto menyatakan, melalui program ini pihaknya ingin memberikan contoh nyata bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa termasuk di sektor pertanian.

“Hasil panen jagung sebanyak 45,6 ton tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat,” tutur Danang.

Dia menambahkan, melalui kegiatan ini, merupakan bentuk nyata sinergi antara Polres Batu, Pemkot Batu, masyarakat yang tergabung dalam Gapoktan dan berbagai pihak lain dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Melalui program ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani serta memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat,” imbuhnya.

Setelah dilakukan penanaman beberapa bulan lalu, kemudian saat ini sudah memasuki panen raya, pihaknya berharap hal ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Untuk mengembangkan sektor pertanian yang berkelanjutan dan produktif.

“Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, kami berharap program ketahanan pangan ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Kegiatan panen raya ini juga diwarnai dengan dialog interaktif antara Wakapolres Batu dan para petani, terkait tantangan serta peluang dalam pertanian jagung.

“Kami berharap di panen raya tahap selanjutnya, dapat memberikan hasil yang lebih optimal lagi, guna mendukung ketahanan pangan di wilayah Kota Batu dan sekitarnya,” tuturnya.

Di sisi lain, Kompol Danang juga menyampaikan, salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan pangan dari luar daerah adalah dengan memanfaatkan potensi lahan yang ada. Caranya, dengan memanfaatkan lahan tidur dijadikan lahan produktif, seperti pekarangan rumah dijadikan lahan untuk menanam palawija.

“Melalui cara tersebut merupakan langkah nyata yang bisa dilakukan masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan,” imbuhnya.

Dalam panen raya yang diikuti sekitar 100 orang tersebut, terdiri dari perwakilan berbagai instansi beserta petani, turut diberikan bantuan benih jagung Hibrida Pertiwi 6, pupuk organik padat dan pupuk urea kepada para petani di wilayah Desa Oro-oro Ombo.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H