Kabupaten Sidoarjo, tagarjatim.id – Hujan lebat disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sidoarjo pada Senin (17/2/2025) petang.
Akibatnya, puluhan rumah mengalami kerusakan, sementara tiga warga di Kecamatan Candi harus mendapatkan perawatan medis setelah tertimpa reruntuhan atap.
Wilayah yang terdampak paling parah berada di Kecamatan Candi, tepatnya di Desa Wedoro Klurak, dan Kendalpecabean. Selain itu, dua rumah di Desa Gebang, Kecamatan Sidoarjo, juga mengalami kerusakan. Kejadian ini berlangsung cepat, menyebabkan kepanikan di kalangan warga yang atap rumahnya tersapu angin.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo mencatat sebanyak 25 rumah terdampak, dengan rincian 23 rumah di Kecamatan Candi dan dua rumah di Kecamatan Sidoarjo.
“Hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan kerusakan ringan pada bagian atap rumah warga, terutama genteng dan asbes yang beterbangan,” kata Kepala BPBD Sidoarjo, Mustain Baladan, Selasa (18/2/2025).
Selain kerusakan bangunan, angin kencang juga mengakibatkan tiga warga di Desa Klurak mengalami luka-luka setelah tertimpa puing atap rumah mereka. Korban adalah AZ (3), ND (4), dan Gemi (60), yang langsung dilarikan ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan.
Dari pendataan BPBD, beberapa titik yang terdampak cukup parah di antaranya RT 6 dan RT 5/RW 1 di Desa Gebang serta RT 8/RW 2 di Kendalpecabean. Sementara itu, enam rumah dan satu bangunan kos di RT 5/RW 2 Desa Klurak mengalami kerusakan akibat terpaan angin.
Di Desa Wedoro Klurak, total 13 rumah terdampak, tersebar di RT 9/RW 2 dan RT 10/RW 2. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap, dengan beberapa rumah mengalami genteng dan asbes yang terlepas.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Sidoarjo telah menyalurkan bantuan berupa terpal kepada warga terdampak untuk sementara melindungi rumah mereka dari hujan. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan terus dilakukan untuk mempercepat proses perbaikan rumah warga.
Hingga saat ini, BPBD masih melakukan pendataan lebih lanjut guna memastikan dampak bencana serta kebutuhan warga yang terdampak. (*)




















