Kabupaten Malang, tagarjatim.id – Quick Service menjadi inovasi unggulan yang diterapkan di Kantor Bersama (KB) Samsat Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Layanan ini bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan bagi masyarakat Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Kanit Regident Satlantas Polres Malang, Iptu Ahmad Akrom, menjelaskan bahwa sebelum adanya Quick Service, proses perpanjangan STNK lima tahunan cukup memakan waktu. Wajib pajak harus melewati beberapa tahap, mulai dari cek fisik kendaraan di gedung utara, verifikasi, pendaftaran, hingga penyerahan BPKB ke gedung utama untuk pembayaran PNBP dan asuransi Jasa Raharja, sebelum akhirnya menerima STNK.

“Dengan Quick Service ini, kami menerapkan konsep One Stop Service, sehingga proses perpanjangan STNK lima tahunan menjadi lebih cepat dan efisien,” ujar Akrom kepada awak media, Sabtu (15/2/2025).

Ia menambahkan bahwa melalui layanan ini, wajib pajak tidak lagi perlu mengantri di setiap loket secara terpisah. Proses pendaftaran dan penetapan pajak yang dilakukan oleh Bapenda kini dapat diselesaikan hanya dengan satu kali penyerahan berkas.

“Setelah wajib pajak melengkapi persyaratan, mereka cukup menyerahkan berkas sekali saja. Dalam waktu sekitar 10 menit, kami sudah bisa menyelesaikan proses pendaftaran dan penetapan pajak. Dulu, setiap loket punya proses masing-masing, sekarang lebih praktis,” tegasnya.

IMG 20250215 201136
Suasana pengurusan surat kendaraan bermotor di KB Samsat Talangagung (Dok. Satlantas Polres Malang)

Dari segi teknis, wajib pajak hanya perlu menuju gedung utama, lalu menyerahkan berkas di loket cek fisik, menunggu panggilan di loket kasir Bank Jatim untuk pembayaran, dan akhirnya menerima BPKB serta STNK yang sudah diproses.

“Inilah yang kami sebut sebagai One Stop Service. Wajib pajak tidak perlu berpindah dari satu loket ke loket lain karena sistem kerja yang baru telah mengintegrasikan petugas Polri, Dispenda, dan Jasa Raharja. Perpindahan berkas kini dikendalikan langsung oleh petugas, sehingga lebih cepat dan efisien,” pungkas Akrom. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H