Kota Surabaya, tagarjatim.id – Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan deras melanda Kota Surabaya pada Kamis sore (13/2/2025). Akibatnya, sebanyak 11 pohon tumbang di berbagai titik, menyebabkan gangguan lalu lintas. Selain itu, sebuah bangunan gudang di kawasan Sukomanunggal roboh, menyebabkan dua orang terluka.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menyampaikan bahwa pohon tumbang terjadi di 11 titik. Salah satu pohon tumbang menimpa sebuah mobil yang terparkir di depan Hotel Novotel Samator, Jalan Kedung Baruk, Rungkut.

“Pohon tumbang tersebar di 11 lokasi,” ujar Hebi dalam keterangannya. Tim BPBD langsung bergerak cepat membersihkan lokasi untuk memulihkan arus lalu lintas.

Berikut daftar lokasi pohon tumbang:

1. Jl. Raya Kedung Baruk, Rungkut

2. Jl. Zamhuri No.4, Rungkut Tengah, Gunung Anyar

3. Jl. Kenjeran No.337, Tambaksari

4. Jl. Siwalankerto Permai IV No.32, Wonocolo

5. Gunung Anyar Lor 2 No.98, Gunung Anyar

6. Jl. Tanjung Sari No.22, Sukomanunggal

7. Jl. Darmokali No.2, Keputran, Tegalsari

8. Jl. Griyo Benowo Indah No.1, Babat Jerawat, Pakal

9. Jl. Ahmad Yani, Margorejo, Wonocolo

10. Jl. Simpang Darmo Permai Selatan XVI, Lontar, Sambikerep

11. Pos Indonesia Jemur Andayani, Kutisari, Tenggilis Mejoyo (dahan patah)

Selain pohon tumbang, angin kencang juga merobohkan sebuah bangunan gudang di Jalan Tanjung Sari, Sukomanunggal. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.14 WIB itu mengakibatkan dua orang terluka.

Arif Sunandar, Sub Koordinator Kedaruratan BPBD Surabaya, menjelaskan bahwa bangunan yang roboh bukan rumah tinggal, melainkan gudang penyimpanan.

“Lebih tepatnya ini bukan rumah permanen yang ditempati, tapi lebih ke semacam gudang,” jelas Arif.

BPBD Surabaya terus melakukan penanganan di lokasi-lokasi terdampak. Agus Hebi Djuniantoro mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.

“Kami meminta warga untuk memangkas ranting pohon yang berpotensi tumbang dan menghindari parkir di bawah pohon besar saat hujan deras disertai angin,” pungkasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H