Tagarjatim.id – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menyelenggarakan Coach Educator Course. Program ini bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) KEMENPORA melalui FIFA World Cup U17 Indonesia 2023 LEGACY Programme.

Coach Educator Course ini digelar di Medan, Sumatera Utara. Program ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara dan Aceh. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelatih sepak bola di Indonesia.

Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya percepatan kepelatihan yang telah diadakan di berbagai daerah.

“Dengan arahan dari Ketua Umum Pak Erick Thohir, kami melaksanakan Coach Educator Course Lisensi D PSSI di Medan, Sumatera Utara, dipandu langsung oleh Coach Educator Developer FIFA, Sean Douglas,” ujarnya.

Dalam kursus ini, PSSI memperkenalkan metode pembelajaran terbaru bernama Learns (Learn, Environment, Actively Involved, Reflection, New Information, Stretch), yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pendidikan kepelatihan.

“Kami juga memperbarui kurikulum berbasis Filanesia (Filosofi Sepakbola Indonesia) yang telah dikembangkan dengan pendekatan sepak bola modern dalam beberapa tahun terakhir. Dengan inovasi ini, diharapkan lahir para coach educator yang lebih kompeten dan para pelatih berkualitas sehingga mampu membimbing talenta muda sejak usia dini,” tambahnya.

Dalam agenda pembekalan ini, sejumlah pelatih yang menjadi pesertapun mengungkapkan kesan positifnya. Mereka menuturkan menerima banyak ilmu dan pengalaman berharga. Salah satunya dengan mengubah pola pikir yang lebih efektif dalam mengaplikasikannya dilapangan.

Sementara itu, Ismed Sofyan, coach educator yang juga merupakan legenda sepak bola Indonesia, turut membagikan pengalamannya.

“Saya bersyukur bisa mengikuti kursus ini. Sebagai head coach, saya mendapatkan banyak wawasan baru untuk beralih ke peran sebagai coach educator. Selama lima hari pelatihan, saya belajar dari instruktur asal Australia, dan materi yang paling berkesan bagi saya adalah teori kepelatihan yang sangat mendalam. Dengan metode ini, student coach dapat memahami konsep yang kami ajarkan dengan lebih baik,” jelasnya.

Usai mengisi pelatihan kepada sejumlah pelatih berlisensi PSSI ini, Coach Educator Developer FIFA, Sean Douglas, juga memberikan pandangannya mengenai kursus ini.

“Kita punya legenda dan beberapa peserta dari universitas di daerah Sumatera Utara, jadi ini adalah beragam latar belakang yang bagus untuk masa depan sepak bola Indonesia melalui Coach Educator Course yang kita lakukan saat ini di Medan,” ujarnya.

Dengan penyelenggaraan ini, PSSI terus berkomitmen mencetak coach educator berkualitas yang siap membimbing para pelatih baru untuk menemukan lebih banyak talenta muda di sejumlah wilayah hingga pelosok Nusantara. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H