Tagarjatim.id – Malam Nisfu Sya’ban atau pertengahan bulan Sya’ban 1446 H jatuh pada Hari Jumat tanggal 14 Februari 2025.
Pada malam ini, yang tepat bersamaan dengan Sayyidul Ayyam, Jumat, 14 Februari 2025 malam setelah Sholat Maghrib dianjurkan untuk memperbanyak beribadah, istighfar, dan berdoa, serta siang harinya berpuasa dan malam harinya berdzikir, membaca al-Quran.
Sebab, pada malam Nisfu Sya’ban juga dikenal sebagai malam pengampunan dosa sehingga pada malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu momen yang tepat untuk bertobat memohon ampun kepada Allah SWT.
Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, termasuk doa panjang umur dalam ketaatan, rezeki yang halal, dan pengampunan dosa.
Amalan yang Dianjurkan di Malam Nisfu Sya’ban
Adapun amalan-amalan yang dianjurkan pada malam Nisfu Sya’ban, di antaranya memperbanyak salat malam, memperbanyak membaca Al-Quran, serta berdzikir.
Selain itu, pada siang harinya juga dianjurkan untuk berpuasa sebagai upaya untuk persiapan menyambut datangnya bulan Ramadan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Karena sangat istimewanya malam Nisfu Sya’ban, menurut Al-Hafiz Al-Muhaddits Syekh Salim As-Sanhuri, yang dikutip Tagarjatim.id dari laman nu.or.id, dinyatakan bahwa malam Nisfu Sya’ban punya 10 nama yang agung.
1. Malam yang diberkahi (mubarakah)
Disebut demikian karena Allah memerintahkan para malaikat untuk turun dari langit ke dunia dan menebar kebaikan kepada manusia.
2. Malam pembagian takdir (qismah wa at-takdir)
Pada malam Nisfu Sya’ban, para malaikat yang turun juga untuk menentukan takdir kepada semua manusia, mulai dari rezeki, jodoh, mulia, hina, pangkat, hingga pernikahan.
3. Malam penghapusan dosa (at-takfir)
Penamaan malam ini juga, Allah mengampuni semua dosa-dosa hamba-Nya yang Muslim selama satu tahun, terhitung sejak malam tersebut hingga malam Nisfu Sya’ban di tahun selanjutnya.
4. Malam diterimanya doa (al-Ijabah)
Berdasar dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi: “(Terdapat) lima malam, di mana doa tidak ditolak di dalamnya, yaitu: malam Jumat, malam pertama dari bulan Rajab, malam pertengahan bulan Sya’ban, dan dua malam hari raya.”
5. Malam kehidupan (al-hayat)
Disebut malam kehidupan karena orang yang beribadah kepada Allah pada malam tersebut tidak akan dimatikan hatinya oleh Allah, bahkan ketika hati semua manusia mati.
6. Hari raya malaikat
Seperti manusia yang memiliki dua hari raya yang selalu dirayakan dalam setiap tahunnya, para malaikat juga memiliki dua hari raya yang selalu mereka rayakan dalam setiap tahunnya, yaitu malam Nisfu Sya’ban dan malam Lailatul Qadar.
7. Malam syafaat
Menurut Al-Hafiz Syekh Salim as-Sanhuri, pada malam Nisfu Sya’ban menjadi malam sempurnanya syafaat.
8. Malam kemerdekaan (al-‘itqu)
Disebut malam kemerdekaan karena pada malam ini separuh umat Nabi Muhammad diangkat dari neraka. Sebagaimana keterangan yang ada dalam hadits riwayat Sayyidatina Aisyah: “Sungguh Nabi Muhammad sedang duduk pada suatu malam (nisfu Sya’ban), maka datang kepadanya malaikat Jibril. Ia berkata: Sungguh Allah telah memerdekakan dari neraka separuh umatmu.”
9. Malam pembebasan (al-bara`ah)
Pada malam ini Allah mencatat kebebasan bagi hamba-Nya yang beriman dari neraka, baik yang taat atau ahli maksiat. Tidak hanya kepada orang beriman yang taat, Allah juga memberikan pembebasan kepada orang mukmin yang masih sering melakukan maksiat.
10. Malam hadiah (al-jaizah)
Malam hadiah juga menjadi nama lain bagi malam Nisfu Sya’ban karena malam mulia ini hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad, bukan umat nabi-nabi sebelumnya. Karena itu, malam ini adalah hadiah langsung dari Allah secara khusus kepada umat Nabi Muhammad.
Itulah nama-nama agung yang menandakan kemuliaan an keutamaan malam Nisfu Sya’ban. (*)




















