Jember, tagarjatim.id – Akademisi Universitas Jember (Unej) Jawa Timur, menilai pemerintahan Prabowo – Gibran belum sepenuhnya menjalankan Program Asta Cita beserta 17 Program Prioritas yang diterapkan selama 100 hari kerja. Hal ini menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat Indonesia.

Ketua Senat Unej, Andang Subaharianto, mengatakan selama 100 hari Presiden Prabowo menjalankan pemerintahannya, ternyata tidak sesuai harapan masyarakat. Ia menilai kepemimpinan Prabowo memantik kekecewaan di berbagai lapisan anak bangsa.

“Dari harapan publik yang sangat luar biasa tiba-tiba mengalami kulminasi, berbalik menjadi kekecewaan yang luar biasa, hopeless,” kata Andang,di sela-sela bedah bukunya yang berjudul ‘Jalan Terjal Etika Politik: Catatan Pilu Pemilu 2024’ di Fakultas Ilmu Budaya Unej, Jumat (7/2/2025).

Menurut Andang untuk mengobati kekecewaan publik, Presiden Prabowo Subianto harus bisa membuktikan, bahwa citra dirinya sebagai sosok pemimpin berjiwa besar dan tegas, yang bisa membawa perubahan bagi Bangsa Indonesia.

“Perubahan besar membutuhkan perjuangan besar. Sekarang saatnya membuktikan, benarkah energi besar Presiden Prabowo berdaya pula untuk membawa perubahan besar bagi Indonesia,” tegas pria yang juga antropolog dan pengajar di FIB Unej ini.

Andang menambahkan, jika masyarakat ingin adanya perubahan di Indonesia, semua pihak harus terus merawat jalannya demokrasi di Indonesia, agar tidak sekedar berjalan secara prosedural tetapi juga berkualitas. Di sisi lain, demokrasi berkualitas juga mensyaratkan kesejahteraan masyarakat yang meningkat.

Untuk mencapai demokrasi yang berkualitas, menurut Andang dibutuhkan proses pendidikan politik yang berkelanjutan. Di sisi lain demokrasi berkualitas juga mensyaratkan kesejahteraan masyarakat yang meningkat.

“Saya yakin jika publik terus teredukasi, pendidikan makin baik, ekonomi mulai membaik maka fajar demokrasi mulai muncul,” pungkas Andang.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H