Mojokerto, tagarjatim.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mojokerto di tahun 2024 lalu, berhasil mengumpulkan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) sebanyak Rp. 6,2 Miliar. Perolehan pengumpulan zakat ini meningkat Rp 2 Miliar dibandingkan tahun 2023 lalu. Total pengumpulan dana ZIS ini terdiri dari Rp. 3,1 Miliar zakat, dan Rp. 3,1 Miliar Infak.

Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad mengatakan target yang ditetapkan pada tahun 2023 lalu awalnya terasa berat, karena di tahun 2023, pengumpulan ZIS yang bisa dilakukan di kisaran angka Rp. 4 Miliar. “Alhamdulillah, berkat kerja keras, dan pastinya kepercayaan masyarakat, akhirnya target kenaikan pengumpulan itu tercapai,” kata Zamroni.

Di awal tahun 2025 ini, total muzakki atau orang yang membayar zakat atau infaknya melalui Baznas Kabupaten Mojokerto mencapai 6.665 orang, jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2023 lalu yang jumlah partisipasi aktif dari muzakki berjumlah 4.865 orang. Naiknya kepercayaan masyarakat ini, kata Zamroni merupakan tantangan bagi Baznas Kabupaten Mojokerto untuk semakin memperluas jangkauan manfaat bagi yang berhak atau mustahik.

Sebanyak 9.199 penerima manfaat atau mustahik telah mendapatkan sentuhan berbagai program yang disalurkan Baznas Kabupaten Mojokerto. Diantaranya adalah 401 orang menerima biaya hidup setiap bulan, masing-masing Rp. 2,4 juta. Penerima biaya hidup ini mayoritas warga miskin yang tidak mempunyai keluarga. Marbot masjid yang selama ini menjadi pemelihara dan penjaga masjid sebanyak 350 orang mendapatkan fasilitasi BPJS ketenagakerjaan. Sementara 874 siswa dan mahasiswa menerima bantuan beasiswa pendidikan hingga lulus.

“Kita juga membangun rumah tidak layak huni sebanyak 46 rumah, serta renovasi 105 tempat ibadah,” terang Gus Zam, sapaan akrab Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto.

Program lainnya, imbuh Gus Zam, adalah program pemberdayaan UMKM yang tersebar di 18 kecamatan. Total ada 190 warga yang menerima bantuan permodalan dan pendampingan usaha dari Baznas Kabupaten Mojokerto.

Untuk meningkatkan kepercayaan publik dalam pengelolaan dana zakat, di tahun 2025 Baznas Kabupaten Mojokerto akan menggandeng Akuntan publik agar masyarakat semakin percaya dengan pengelolaan ZIS di Baznas Kabupaten Mojokerto.

“Secara Khusus, kami sampaikan terimakasih pada pimpinan daerah dan semua ASN Pemkab Mojokerto yang telah membayarkan zakatnya melalui Baznas. Kepercayaan ini akan kami bayar dengan manfaat yang akan kami berikan kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto,” pungkas Gus Zam.

Selain bersumber dari zakat dan infak ASN, pengumpulan ZIS ini juga berasal dari masyarakat umum, terutama saat terjadinya bencana alam banjir yang terjadi di Kabupaten Mojokerto. Serta satu perusahaan PT Superior Prima Sukses (SPS) yang menjadi perusahaan pertama yang bermitra dalam menyalurkan bantuannya kepada warga yang membutuhkan di Kabupaten Mojokerto dengan dukungan produknya bata ringan dalam program Pembangunan rumah tidak layak huni. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H