Sidoarjo, Tagarjatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Jawa Timur, memberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada 13.395 pekerja rentan di Kabupaten Sidoarjo mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan. Selain mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan, mereka juga mendapatkan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Kepala Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo, Ainun Amalia, menjelaskan bahwa penerima manfaat program tahun ini terdiri dari 8.630 petani, 856 nelayan, 2.920 guru PAUD, serta 989 pekerja rentan lainnya. “Perlindungan ini akan aktif mulai Januari hingga Desember 2025, berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya mencakup periode tiga bulan sekali,” ujarnya, kepada Tagarjatim.id, Selasa (4/2/2025).

Ainun menjelaskan Program ini diprioritaskan bagi pekerja yang rentan terhadap kemiskinan dan belum memiliki perlindungan sosial yang memadai. Seluruh anggarannya, kata dia, bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025.

Dengan adanya jaminan ini, para pekerja bisa merasa lebih tenang dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari. Kami bersyukur bahwa tahun 2025 ini cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja rentan di Sidoarjo mencapai 13.395 orang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sidoarjo, M. Ainur Rahman menegaskan bahwa program perlindungan ini merupakan tugas negara untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Oleh karena itu, Pemkab Sidoarjo berupaya mewujudkannya dengan memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pekerja rentan.

“Kami pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberikan jaminan seandainya bapak ibu nanti terjadi sesuatu di luar kemampuan kita, itu tujuannya, bukan berarti kami mendoakan itu terjadi. Tetap doa terbaik bagi bapak ibu semua, semoga kita selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT,” jelasnya.

Saat ini, kata Ainur Rahman, Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Kabupaten Sidoarjo masih berada di angka 38 persen. Namun, Pemkab Sidoarjo menargetkan cakupan perlindungan pekerja rentan meningkat hingga 65 persen pada tahun 2025.

Ainur Rahman pun mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam mewujudkan target ini.

“Ini bukan tugas yang ringan, tetapi bagi saya tidak ada sesuatu yang berat kalau kita semua punya komitmen yang sama. Ayo saling bahu-membahu, ayo saling berkolaborasi sehingga niat mulia pemerintah untuk memberikan jaminan sosial kepada semua pekerja di Sidoarjo ini bisa terwujud dengan kekompakan dan kerja sama kita,” pungkasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H