Jombang, Tagarjatim.id – Gubernur Jawa Timur, terpilih Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) akan mengusulkan kepada pemerintah, untuk memberikan gelar Pahlawan Nasional terhadap mantan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang periode 1965-2006 KH M Yusuf Hasyim atau Pak Ud diusulkan menjadi pahlawan nasional. KH M Yusuf Hasyim merupakan ulama NU yang terjun di militer dan ikut berjuang dalam membangun hubungan antara pesantren dan negara.

Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Khofifah Indar Parawansa mengatakan KH M Yusuf Hasyim merupakan tokoh NU yang berperan besar dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia sehingga beliau layak mendapat gelar pahlawan nasional.

“Sebenarnya banyak ulama dan kiai kita yang sudah memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan gelar pahlawan. Bukan beliau yang ingin menjadi pahlawan. Tapi bahwa referensi perjuangan di negeri ini sangat banyak dilakukan ulama kita. Kalau kita tidak berikhtiar, sayang sekali,” kata Khofifah di Jombang, Selasa (4/2/2025)

Dijelaskan bahwa kiprah, perjuangan dan pengabdian panjang diberikan oleh putra Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari ini sejak masa penjajah hingga orde reformasi.

Kiprahnya tertuang dalam Buku Biografi KH M Yusuf Hasyim: Kiai Militer Pengawal Ideologi NKRI Berbasis Pesantren yang dibedah di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

KH M Yusuf Hasyim adalah putra dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU. Ia juga dikenal sebagai ulama dan tokoh NU yang terjun di kemiliteran.

KH Yusuf Hasyim adalah sosok tegas dalam mempertahankan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Ia juga aktif dalam membangun hubungan antara pesantren dan negara.

Tidak hanya di dunia militer, beliau juga aktif di politik, sosial, kenegaraan, pendidikan dan dunia pesantren.

Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz mengungkapkan KH Yusuf Hasyim yang menjadi pengasuh sejak 1965 sampai 2006. Perjuangannya luar biasa untuk negara ini.

KH Irfan Yusuf (Gus lrfan), selaku perwakilan keluarga KH Yusuf Hasyim, berterima kasih atas semua pihak yang membantu. Menurutnya, ide pengusulan gelar pahlawan nasional sudah muncul sekitar lima tahun lalu.

Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) ini menegaskan banyak cerita yang perlu dikenang dari sosok Pak Ud.

“Ini perlu diteladani oleh bangsa lndonesia, terutama dalam berjuang,” ujar Gus Irfan.

Sedikitnya 250 peserta hadir dalam seminar itu. Sebagai narasumber adalah penulis buku Aguk Irawan dari Yogyakarta. Sedangkan sebagai pembanding Prof Usep Abdul Matin dari UIN Syahid Jakarta dan KH Asep Saefudin Halim, Ketua Umum PP Pergunu. Lalu, Menteri Kebudayaan Rl Fadli Zon hadir secara virtual.

Acara dihadiri Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jombang terpilih Warsubi, Asisten 3 Jawa Timur Akhmad Jazuli, Kepala Dinas Sosial Jatim, Sekretaris Dinas Sosial Jombang Hidayatullah. Termasuk juga para akademisi dan perwakilan berbagai organisasi massa. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H