Blitar, TagarJatim.id – Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, mengapresiasi kelezatan olahan cokelat premium dari Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, saat kunjungan kerja pada Selasa (4/2/2025). Ia terkesan dengan cita rasa cokelat yang dihasilkan, khususnya dark chocolate 80 persen yang dinilai memiliki kualitas tak kalah dengan produk luar negeri.

“Hmm, ini enak, berbeda dengan yang sebelumnya (milk chocolate). Rasanya tidak kalah dengan produk luar negeri,” ujar Budi kepada pemilik Kampung Coklat, Khalid Mustofa.

Budi menambahkan, olahan cokelat premium dari Kampung Coklat berpotensi besar untuk menembus pasar internasional. Oleh karena itu, ia mendorong produk ini masuk dalam program UMKM BISA Ekspor (Usaha Mikro Kecil Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor) yang tengah digalakkan Kementerian Perdagangan.

“Supaya Kampung Coklat semakin berkembang, kita dorong masuk ke program UMKM BISA Ekspor. Jangan sampai negara yang tidak memiliki kakao justru lebih banyak mengekspor cokelat dibanding kita. Kita harus melakukan hilirisasi, mengolah bahan baku sendiri, lalu mengekspornya,” jelas Budi.

Pemilik Kampung Coklat, Khalid Mustofa, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, Kampung Coklat saat ini memproduksi sekitar 60 jenis olahan berbasis cokelat dengan melibatkan para pelaku UMKM di sekitar Desa Plosorejo.

“Dengan bahan baku dari petani lokal dan penyerapan tenaga kerja yang tinggi, kami berharap pasar semakin terbuka, terutama untuk ekspor. Program Kemendag ini sangat sejalan dengan visi kami, semoga Blitar bisa memiliki produk cokelat unggulan yang mendunia,” ujar Khalid.

Kunjungan Mendag ke Kampung Coklat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat daya saing produk lokal di pasar global melalui inovasi dan penguatan UMKM. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H