Sidoarjo, Tagarjatim.id – Alas kaki bukan sekadar kebutuhan primer, tetapi juga menjadi bagian dari tren fashion yang berkembang pesat di berbagai kota, termasuk Sidoarjo.
Banyak anak muda kini mulai melihat peluang bisnis dalam industri alas kaki, baik dalam produksi, perawatan, hingga jasa reparasi. Melihat potensi tersebut, sebuah pelatihan khusus digelar untuk membekali pemuda dengan keterampilan reparasi sepatu.
Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) Kabupaten Sidoarjo berinisiatif mengadakan pelatihan reparasi alas kaki bagi para pemuda di Kota Delta. Kegiatan ini berlangsung di Kantor BPIPI Tanggulangin, kawasan yang terkenal sebagai sentra produksi tas dan sepatu kulit asli.
Menurut Tim Promosi BPIPI Sidoarjo, Alifta Kartiko, tujuan pelatihan ini adalah untuk memperkuat ekosistem industri alas kaki. Jika sebelumnya BPIPI lebih banyak berfokus pada produk industri, kini mereka ingin mendorong perputaran ekonomi di bidang perawatan dan perbaikan alas kaki.
“Sekarang itu ada sirkuler ekonomi, di mana memang justru teman-teman ini malah ingin memperpanjang usia alas kaki mereka,” ujar Aliftanya, Rabu (29/1/2025).
Pelatihan ini menarik perhatian besar dari para pemuda Sidoarjo. Sebanyak 40 peserta berpartisipasi dalam pelatihan yang dibimbing oleh tiga pelatih profesional ini.
Mereka mendapatkan berbagai edukasi teknis mengenai reparasi alas kaki, mulai dari perbaikan sol sepatu, teknik pengeleman yang benar, hingga perawatan material sepatu agar lebih awet.
“Mereka juga paham bagaimana knowledge-nya di bidang industri alas kaki dan nantinya bisa jadi merambah ke industri alas kakinya juga,” imbuhnya.
Salah satu peserta, Dio Alif, yang telah menjalankan bisnis reparasi sepatu sejak 2015, mengaku sangat bersyukur atas adanya pelatihan ini. Menurutnya, ilmu yang dia dapatkan dari pelatihan ini bisa meningkatkan kualitas usahanya yang bergerak di bidang shoes repair.
“Semua edukasi yang saya dapat dari sini sangat bermanfaat, mulai dari tekniknya, bahannya, cara menggunakan lemnya tergantung bahan juga. Memastikan teknis reparasi sol alas kaki yang baik dan benar,” katanya.
Dio yang kini berusia 25 tahun berharap pelatihan gratis seperti ini bisa lebih sering diadakan.
“Saya berterima kasih sekali. Materi pelatihan sangat mudah diaplikasikan di rumah. Harus sering diadakan pelatihan seperti ini,” tutupnya. (*) (Ell)




















