Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Beredar video yang memperlihatkan antrian panjang di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS) pada Minggu (26/1/2025). Video berdurasi 30 detik itu di unggah oleh akun instagram (IG) @lingkarmalang.

Menanggapi video tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Septi Eka Wardhani, mengatakan video antrian jeep itu terjadi di kawasan Lembah Watangan TN BTS. Menurutnya, sejak memasuki libur panjang Isra Miraj, terjadi lonjakan kunjungan wisata di kawasan TNBTS.

Untuk mengantisipasi lonjakan itu, BB TNBTS melakukan penambahan kuota kunjungan selama libur panjang Isra Miraj, dari kuota harian sebanyak 2.752 orang.

“Untuk kunjungan selama liburan ini diberlakukan kuota tambahan untuk kunjungan non sunrise, yang dibuka sejak pukul 5.30 WIB setiap hari,” ungkap Septi saat dikonfirmasi pada, Senin (27/1/2025).

Ditambahkannya kuota pada pukul 5.30 WIB tentunya melalui pertimbangan. Menurut Septi, pada jam itu pengunjung di Penanjakan sudah mulai turun dan tidak akan menambah kepadatan di jalur view point.

“Tapi kalau melihat kondisi crowded seperti di video viral itu pengunjung belum banyak keluar, maka kuota tidak akan kami tambah. Tapi ketika sudah ada arus balik dan masih ada pengunjung yang mau datang akan kami buka kembali,” tegas Septi.

Lebih lanjut Septi mejelaskan penambahan kuota itu, untuk mengantisipasi libur panjang Isra Miraj yang hampir bersamaan dengan libur Tahun Baru Imlek.

“Penambahan kuota tambahan itu untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung selama liburan,” ujarnya.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) akan melakukan pemeriksaan dengan metode discan satu per satu tiket terhadap pengunjung, untuk memastikan pengunjung yang masuk ke kawasan Bromo memiliki tiket sesuai aturan yang berlaku.

“Kami mengharapkan agar pengunjung mematuhi aturan yang berlaku di dalam kawasan taman nasional, membeli tiket dengan sesuai aturan, menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, menghormati adat dan budaya masyarakat Tengger serta senantiasa berhati2 ketika beraktifitas di dalam kawasan taman nasional,” tutupnya.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H