Kediri, Tagarjatim.id – Kasus pembunuhan mutilasi yang dilakukan A warga Tulungagung, terhadap istri sirinya, Uswatun Khasanah warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, menyisakan kesedihan di masyarakat. Terungkap sebelum jasadnya ditemukan diduga korban dan pelaku menginap di sebuah Hotel di Jalan Mayor Bismo, Kecamatan Semampir, Kota Kediri. Dari keterangan warga, sebelum ditemukan meninggal, korban sempat membeli nasi soto di warung depan hotel.

Pemilik warung soto, Lilin, mengungkapkan sebelum dirinya mengetahui kabar ada pembunuhan sadis dan lokasinya di Hotel Adisurya, ia mengingat jika melihat ciri-ciri korban, saat itu korban sempat mendatangi warung soto miliknya.

“Kalau nggak salah, waktu itu pada Rabu pagi (22/1/ 2025) memang ada perempuan cantik masih muda dari hotel membeli soto ke saya. Dia membeli 2 kali pagi dan siang,” kata Lilin, kepada wartawan, Minggu (26/1/2025).

Pada saat membeli soto, perempuan cantik itu sempat meminjam piring. Karena saat itu korban membeli soto dibungkus dan dibawa ke hotel.”Dia masih muda, pakaiannya seksi. Orangnya cantik, putih. Saat beli pakai masker. Dia juga sempat meminjam piring di warung, dan sudah dikembalikan,” pungkasnya.

Sementara, Satpam Hotel, Irfan, membenarkan banyak polisi dari Polda Jatim dan Polres Kediri berada di tempatnya bekerja sejak pagi. Namun, ia tidak mengetahui kegiatan apa yang dilakukan polisi di hotel.

“Saya masuk pagi sudah ada dari polres dan polda. Kalau hotel kan pelayanan, jadi banyak orang keluar masuk,” katanya.

Pantauan Tagarjatim.id , pasca tertangkapnya pelaku pembunuhan mutilasi Uswatun Khasanah, Direskrimum Polda Jatim melakukan olah TKP di kamar 301 Hotel AS yang diduga sebagai tempat pembunuhan mutilasi yang dilakukan A terhadap sales kosmetik tersebut.

Hingga saat ini polisi belum mengungkap motif pelaku menghabisi nyawa dengan memotong beberapa bagian tubuh Uswatun Khasanah.

Kasus itu berawal dari temuan mayat wanita dalam koper tanpa kepala pada Kamis (23/1) di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.

Jasad wanita tersebut tidak utuh saat ditemukan. Tubuhnya ditaruh di dalam koper dalam koper tertutup berwarna merah dan terbungkus seperti paket.

Warga yang penasaran dengan koper tersebut lalu membukanya dan terlihat ada tubuh manusia setengah telanjang yang mulai membusuk.

Saat ditemukan, jasad tersebut dalam keadaan tidak lengkap. Tubuh korban ditaruh di koper tanpa kepala. Kemudian kaki kiri mulai pangkal paha tidak ada dan kaki kanan mulai lutut tidak ada.

Polisi juga juga melakukan autopsi pada tubuh korban. Hasil autopsi menyebutkan bahwa penyebab kematian korban diduga karena kekurangan nafas akibat terhambat jalan pernafasan, kemungkinan akibat cekikan.

Selain kekurangan nafas, korban diduga juga mengalami kekerasan sebelum meninggal dunia.

Dari kasus ini, Polisi juga berhasil menangkap pelaku mutilasi pada Sabtu (25/1/2025) malam sekitar pukul 24.00 WIB.

Polisi juga berhasil menemukan anggota tubuh korban lainnya yang sempat hilang, yakni bagian kepala di tepi jembatan Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Trenggalek sekitar pukul 08.00 WIB.

Kemudian untuk potongan tubuh lainnya berupa kaki ditemukan di Desa Sampung, Ponorogo dibungkus plastik. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H