Sidoarjo, Tagarjatim.id – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2576, suasana penuh toleransi dan kebersamaan terasa di Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio, Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. Warga Muslim dan Tionghoa setempat bersama-sama melakukan kegiatan bersih-bersih klenteng sebagai simbol kerukunan dan saling menghormati di tengah keberagaman. Inisiatif ini menunjukkan harmoni yang telah lama terjalin antara kedua komunitas.

Kegiatan bersih-bersih ini melibatkan banyak warga Muslim yang dengan sukarela bergabung membantu umat Tionghoa membersihkan seluruh sudut klenteng. Mereka bekerja bersama membersihkan atap, dinding, meja, hingga altar ibadah.

Gotong royong ini menjadi momen kebersamaan yang memperlihatkan hubungan harmonis antarumat beragama di wilayah Krian.

Liliana Anggraheni, Ketua Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio, mengungkapkan bahwa kerukunan ini bukanlah hal baru.

“Kerukunan antaragama sudah lama terbangun. Warga Muslim banyak yang tinggal sekitar klenteng dan selalu membantu kami, karena kita juga sering membantu mereka,” ujarnya, Minggu (26/1/2025).

Selain membersihkan klenteng, umat Tionghoa juga melaksanakan ritual memandikan patung dewa-dewi yang ada di klenteng. Sebanyak 11 patung dewa-dewi, termasuk patung utama Kong Co Tong Tek Cun Ong dan Mak Co Dhiem Sang Seng, dimandikan dengan penuh penghormatan. Ritual ini menjadi bagian penting dalam persiapan menyambut Imlek.

Liliana menjelaskan makna mendalam di balik ritual tersebut. “Ibarat orang yang ganti baju dan berhias, demikian pula dengan patung dewa, kita mandikan sebagai bentuk menyucikan diri,” katanya.

Ritual ini dipercaya membawa suasana baru yang bersih dan suci, baik bagi patung-patung dewa-dewi maupun bagi umat yang akan beribadah.

Bagi umat Tionghoa, ritual ini tidak hanya simbol penyucian, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para dewa-dewi serta upaya menyucikan diri menjelang tahun baru. Liliana menambahkan bahwa kegiatan ini juga mengandung harapan akan datangnya keberkahan dan kedamaian di tahun yang baru.

Kegiatan ini menjadi lebih bermakna karena diwarnai dengan semangat kebersamaan. Warga Muslim yang ikut terlibat tidak hanya menunjukkan rasa solidaritas, tetapi juga mempererat hubungan antaragama di tengah masyarakat yang plural.

“Kami berharap kebersamaan ini bisa terus terjaga dan menginspirasi masyarakat lain,” ujar salah satu warga Muslim yang turut serta.

Harapan serupa disampaikan umat Tionghoa di Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio. Mereka percaya bahwa dengan menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan toleransi, masyarakat Indonesia dapat terus hidup rukun dalam keberagaman. Semangat ini diyakini dapat menciptakan harmoni sosial yang lebih baik di masa mendatang.

Dalam suasana yang damai dan penuh rasa syukur ini, umat Tionghoa berharap Tahun Baru Imlek 2576 membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Semoga kita semua bisa terus mempererat persaudaraan, tanpa memandang perbedaan agama, dan menciptakan Indonesia yang damai serta sejahtera,” pungkas Liliana. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H