Kabupaten Malang, tagarjatim.id – Sekelompok pendaki ilegal dikabarkan mendaki hingga puncak Gunung Semeru. Peristiwa itu diketahui usai salah satu video dan foto para pendaki ilegal viral di media sosial.

Pada video yang dilihat pada akun Instagram @jejakpendaki, terlihat sekelompok pendaki melakukan selebrasi karena berhasil tiba di Mahameru atau puncak Gunung Semeru.

“Gimana pendapatmu? Di saat jalur pendakian Gunung Semeru ditutup, rombongan pendaki ini nekat naik sampai ke puncak Semeru. Diperkirakan mereka naik weekend kemarin, tanggal 18 Januari 2025. Kabarnya mereka nekat mendaki Semeru lewat jalur ilegal. Semoga cepat ditindaklanjuti cc @bbtnbromotenggersemeru,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan menutup jalur pendakian sejak 2 Januari hingga 8 Februari 2025. Diduga, sekelompok pendaki ilegal itu nekat mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa itu dan tak mengindahkan pengumuman yang telah tersebar luas.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha mengaku telah mendengar adanya sekelompok pendaki ilegal di Gunung Semeru. Saat ini, pihaknya masih melakukan penelusuran kabar tersebut.

“Saya minta teman-teman cek lagi. Tetapi setelah kita telusuri, akunnya orang itu sudah hilang. Lalu saya coba pastikan juga ke teman-teman kita yang kebetulan menjaga di sana, petugas di sana,” kata pria yang akrab disapa Rudi, Kamis (23/1/2025).

Rudi memastikan bahwa petugas tetap siaga berjaga pada kawasan TNBTS meski jalur pendakian Gunung Semeru ditutup. Namun, ia menjelaskan bahwa petugas tidak melihat sekelompok pendaki ilegal selama masa penutupan.

Rudi menduga, sekelompok orang itu tidak menggunakan jalur pendakian yang biasa dilintasi para pendaki. Karena, petugas tidak menemukan adanya sekelompok orang pada kawasan Ranu Kumbolo pada rentang waktu 18 Januari 2025 lalu.

“Pada tanggal yang sama itu ada beberapa teman yang sampai Ranu Kumbolo, tidak ketemu. Jadi kita tidak bilang bahwa tidak ada. Kalau ada, pasti dia pakai jalur-jalur yang bukan jalur biasa. Namanya ilegal mungkin dia pakai jalur yang bukan jalur umum lah ya,” beber Rudi.

Meski begitu, Rudi mengaku akan terus melakukan pencarian diduga sekelompok pendaki ilegal itu. Dan jika terbukti melanggar, maka pendaki tersebut akan di banned atau blacklist.

“Sudah saya bilang, tolong dicari. Kalau sudah ketemu, kita akan banned orang itu. Dan tidak hanya di kita, kita akan informasikan ke terutama di gunung-gunung di kawasan konservasi. Karena itu adalah kesepakatan kita di Direktorat Jenderal KSDAE,” tegas Rudi. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H