Kabupaten Malang, tagarjatim.id Program Sambang Desa Pemerintah Kabupaten Malang memasuki pekan keempat. Dalam kesempatan tersebut Bupati Malang Sanusi mengunjungi Pabrik Krupuk UD Fira Jaya pada Rabu (22/1/2025). Produsen krupuk Beromzet ratusan juta sebulan ini berada di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Sanusi berjanji akan memfasilitasi penerapan tekhnologi Solar Dome sebagai solusi untuk pengeringan kerupuk pada musim hujan.

“Kita akan fasilitasi melalui Disperindag nanti Kita bantu penerapan tekhnologinya. Termasuk Kita bantu pemasarannya agar lebih banyak lagi,” kata Sanusi.

Saat berkunjung Sanusi menyempatkan diri untuk berdialog untuk mendengarkan langsung keluh kesah produsen krupuk. Sanusi menjelaskan usaha rumahan yang dimiliki pasangan Tomo dan Suci Arni ini dalam kondisi cukup bagus. Namun demikian harus ada beberapa sentuhan dari Pemerintah, agar usaha rumahan tersebut terus berkembang.

“Kondisinya bagus ini, sehari bisa memproduksi satu ton krupuk. Dan itu langsung habis,” tutur Sanusi.

Ditempat yang sama pemilik Pabrik Krupuk UD Fira Jaya, Suci Arni mengatakan, dalam satu bulan omzet yang di dapat Rp 600 juta. Jumlah itu dipotong dengan biaya produksi. Suci juga bilang kendala utama adalah soal bahan baku yakni singkong.

“Untuk bahan bakunya seperti singkong juga terkendala. Kalau keuntungan bersih ya sekitar tiga puluh persen. Karena kami juga mempekerjakan 50 orang pegawai,” ujar Suci.

Menurut Suci, produksi krupuk yang ia bangun sudah berjalan sejak tahun 2007 lalu. Pemasarannya sudah merambah dari Malang Raya, Kota Batu, Lumajang, Jember hingga Bali.

“Tepung itu satu ton harganya Rp 9 juta. Setelah kita buat, tiba tiba harga minyak goreng naik. Gak stabilnya disini. Kalau harga stabil yang enak, karena kenaikan harga baku bisa sampai 30 persen,” bebernya.

Saat berdialog dengan Bupati Malang Suci menyampaikan, jika memasuki musim hujan dirinya bisa mensiasati menggunakan alat pengering atau oven untuk mengeringkan kerupuk sebelum masuk penggorengan.

“Kami minta dibantu alat pengeringan pak, kalau solar dome sepertinya juga boleh. Cuma saja kurang simpel,” ucap Suci dihadapan Bupati Malang.

Dalam sehari Suci dengan karyawan 50 rata-rata bisa memproduksi satu ton, sedangkan kendala yang dialami lain bagi produsen krupuk menurut Suci, harga minyak goreng dan tepung yang selalu terjadi kenaikan. Dan jumlah mesin oven yang hanya 2 unit.

“Jumlah produksi setiap hari kami bisa satu ton. Satu ton itu langsung habis kita kirim. Sebenarnya kurang, karena kita butuh alat pengering, kita punya tiga unit alat pengeringan,” pungkas Suci. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H