TagarJatim.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memperpanjang masa penutupan jalur pendakian di Gunung Semeru, hingga 8 Februari 2025 mendatang. Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem.
Sebelumnya, TNBTS telah menginformasikan bahwa penutupan pendakian Gunung Semeru dilakukan sejak 2 hingga 19 Januari 2025. Namun, karena kondisi cuaca yang tidak kunjung membaik, maka keputusan perpanjangan tersebut terpaksa dilakukan.
Keputusan tersebut juga diinformasikan melalui Instagram resmi TNBTS yakni @bbtnbromotenggersemeru.
“Rindu dengan Ranu Kumbolo lagi-lagi harus tertunda kembali untuk sementara waktu ya #sahabatmentaritengger. Untuk saat ini, mari bersama-sama kita doakan agar kondisi cuaca lekas membaik dan sahabat tetap memprioritaskan keselamatan dan menaati seluruh ketentuan & peraturan yang berlaku,” tulis caption pada postingan tersebut.
Sementara itu, menurut Kepala TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, keputusan perpanjangan masa penutupan jalur pendakian mempertimbangkan cuaca ekstrem yang diprediksi oleh BMKG.
“Mencermati kondisi dan cuaca dan dengan mempertimbangkan himbauan dari BMKG terkait cuaca ekstrem selama bulan Januari tahun 2025,” kata Rudijanta dalam keterangan resminya.
Sehingga dengan adanya keputusan tersebut, ia menghimbau agar seluruh wisatawan dapat memperhatikan dan menaati keputusan yang ada, demi keselamatan maupun kenyamanan bersama.
“Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan dan memastikan keselamatan maupun kenyamanan pengujung dari ancaman bencana alam yang dipicu cuaca esktrem,” bebernya.
Ia juga menegaskan, bagi para pengujung untuk tidak melakukan pendakian secara ilegal demi keamanan bersama.
“Meteri Kehutanan menghimbau kepada calon pengujung untuk mematuhi keputusan ini dan tidak melakukan aktivitas pendakian secara ilegal,” pungkasnya. (*)




















