Batu, Tagarjatim.id – Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata, Kota Batu, Jawa Timur, menyatakan kondisi 4 pasien korban kecelakaan maut yang masih dirawat di Hasta Brata mulai membaik. Dua pasien dari empat korban yang dirawat di Hasta Brata juga dikabarkan menjalani operasi medis.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata, Kota Batu AKBP Ananing Ati menjelaskan empat pasien korban kecelakaan itu masih mendapatkan perawatan intensif. Dua pasien dirawat di ruang ICU dan dua lagi selesai dilakukan tindakan operasi.
“Kami lakukan pengawasan lebih spesifik lagi. Alhamdulillah perkembangan empat pasien ini arahnya membaik,” jelasnya Jumat (10/1/2025).
Pihaknya belum mengetahui dengan pasti seberapa cepat pemulihan empat pasien itu. Ia memastikan bahwa mereka harus pulih 100 persen untuk bisa keluar dari rumah sakit.
“Setelah perawatan, kami tidak bisa menentukan harinya untuk pulang. Tapi, kami lakukan perawatan semaksimal mungkin sehingga sembuhnya sempurna baru pulang. Jika dua hari lagi belum 100 persen kesembuhan, kami tetap rawat sampai sembuh sempurna,” ungkapnya.
AKBP Ananing juga mengungkapkan, dua pasien korban kecelakaan yang dirujuk ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang, juga sudah dilakukan penanganan operasi.
“Dua pasien di RS Saiful Anwar, saat kami hubungi (tim dokter) sudah dilakukan tindakan operasi dan mudah-mudahan membaik,” kata dia.
Kecelakaan mau terjadi pada bus pariwisata Sakhindra Trans yang memuat rombongan siswa SMK TI Bali Global di Kota Batu, Rabu (8/1/2025). Sopir bus tidak mampu memfungsikan rem kendaraan bus mulai saat memasuki Jalan Imam Bonjol Kota Batu sampai di pos memasuki Jalan Patimura, Kota Batu. Total terdapat 2,3 kilometer bus itu melaju tanpa bisa dikendalikan remnya oleh sopir.
Akibat insiden itu, 14 orang menjadi korban. Empat di antaranya meninggal dunia dan lainnya luka-luka. Bahkan, dari korban meninggal terdapat bayi berusia 20 bulan.
Polda Jatim juga langsung melakukan penyelidikan. Terdapat sejumlah fakta yang telah ditemukan yakni dari data Kementerian Perhubungan setelah didalami bus tersebut surat izin angkutnya telah kedalurwasa pada 26 April 2020.
Kemudian, diketahui bahwa uji berkala atau uji kir mati di 15 Desember 2023.
Akibat kecelakaan tersebut sopir bus berinisial MAS (30) asal Bekasi, Jawa Barat, ditetapkan Polda Jatim sebagai tersangka.
Berikut identitas 14 korban meninggal dan terluka kecelakaan maut bus pariwisata di Kota Batu:
Korban meninggal
- Anis asal Jember.
- Sugianto Mumun (45).
- Agus Daritanto (60), warga Sidomulyo, Kota Batu.
- Syafa (bayi umur 20 bulan) asal Jember.
Data korban dirawat di Rumah Sakit Hasta Brata, Kota Batu, yakni :
- Muh Safiudin Nuriswanto (29) warga Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember
- Umi Dimami (45) asal Sarimun Gang 3, Junrejo, Kota Batu
- Moch Bayu Jatmiko (38) warga Jalan Bunga Desember, Lowokwaru, Kota Malang
- Sugiarti (39) warga Jalan MT Hariyono, Dinoyo, Kota Malang
Data korban dirawat di RSSA Kota Malang,yakni:
- Tino Triessula Sundawa (30) warga Sisir, Kota Batu
- Mustofa Ahmad (19) warga Jalan Wukir, Temas, Kota Batu




















