Batu, Tagarjatim.id – Empat korban luka akibat insiden kecelakaan bus pariwisata Sakhindra Trans yang memuat rombongan siswa SMK TI Bali Global di Kota Batu, kini sudah diizinkan pulang. Mereka sebelumnya dirawat di RS Bhayangkara Hasta Brata, Kota Batu. Karena luka yang diderita ringan, mereka diizinkan pulang.
Diketahui dalam tragedi yang terjadi pada Rabu (8/1/2025) tersebut, sopir bus tidak mampu memfungsikan rem kendaraan bus mulai saat memasuki Jalan Imam Bonjol Kota Batu sampai di pos memasuki Jalan Patimura, Kota Batu. Total terdapat 2,3 kilometer bus itu melaju tanpa bisa dikendalikan remnya oleh sopir.
Polisi menyebut total terdapat 14 korban, empat di antaranya meninggal dunia, dua luka berat dan sisanya luka ringan.
Untuk 10 orang korban, awalnya di RS Bhayangkara Hasta Brata, Kota Batu. Namun, dua di antaranya mengalami luka yang cukup parah sehingga dirujuk ke RSSA Malang.
Sehingga tinggal terdapat delapan pasien. Empat di antaranya lukanya ringan dan tidak berpengaruh pada organ vital dan gerak tubuh. Sedangkan untuk empat pasien lainnya masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Hasta Brata, Kota Batu, untuk perawatan lebih lanjut.
Kasi Dokkes Polres Batu Ipda Herianto mengatakan pasien yang dirawat di Rumah Sakit Hasta Brata maupun di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang kondisinya sudah membaik.
“Pasien dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata 4 orang. Sedangkan di Rumah Sakit Syaiful Anwar 2 orang. Kondisi mereka sudah stabil,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (10/1/2025).
Berikut identitas 14 korban meninggal dan terluka kecelakaan maut bus pariwisata di Kota Batu:
Korban meninggal
1. Anis asal Jember.
2. Sugianto Mumun (45).
3. Agus Daritanto (60), warga Sidomulyo, Kota Batu.
4. Syafa (bayi umur 20 bulan) asal Jember.
Korban dirawat
1. Mustofa Ahmad (19) warga Jalan Wukir, Temas, Batu.
2. Muh Safiudin Nuriswanto (29) warga Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.
3. Sugiarti (39) warga Jalan MT Hariyono, Dinoyo, Kota Malang.
4. Moch Bayu Jatmiko (38) warga Jalan Bunga Desember, Lowokwaru, Kota Malang.
5. Prasasti Nur Aulia (23) warga Jalan Sumpil, Blimbing, Kota Malang.
6. Tino Triessula Sundawa (30) warga Sisir, Kota Batu.
7. Bambang Eko Pribadi (49) warga Jalan Raya Arjuno, Junggo, Kota Batu.
8. Rasminanto (71) warga Raya Arjuno, Junggo, Kota Batu.
9. Umi Dimami (45) asal Sarimun Gang 3, Junrejo, Kota Batu.
10. Beril Hamizan (1) Sisir, Kota Batu.
Sedangkan korban yang masih diraawat di Rs Hastabrata Batu antara lain :
Muh Safiudin Nuriswanto (29) warga Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.
Umi Dimami (45) asal Sarimun Gang 3, Junrejo, Kota Batu.
Moch Bayu Jatmiko (38) warga Jalan Bunga Desember, Lowokwaru, Kota Malang.
Sugiarti (39) warga Jalan MT Hariyono, Dinoyo, Kota Malang.
Untuk korban dirujuk ke RSSA adalah :
Tino Triessula Sundawa (30) warga Sisir, Kota Batu.
Mustofa Ahmad (19) warga Jalan Wukir, Temas, Batu. (*)




















