Kabupaten Malang, TagarJatim.id – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional yang jatuh pada 10 Januari 2025, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang terus menggencarkan gerakan reboisasi untuk menjaga kelestarian sumber mata air. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Perumda dalam melaksanakan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM).

Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, menjelaskan bahwa program reboisasi merupakan salah satu langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air.

“RPAM menjadi pedoman kami untuk menjaga, mengantisipasi, dan memperbaiki infrastruktur pengelolaan air, termasuk melakukan reboisasi di sekitar sumber mata air,” ujar Syamsul Hadi pada Rabu (8/1/2025).

Menurutnya, program reboisasi dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber air tetap terjaga meskipun tantangan seperti deforestasi masih menjadi ancaman serius.

Lebih lanjut, Syamsul memaparkan bahwa Perumda Tirta Kanjuruhan telah memulai program “Sambang Sumber” sejak akhir 2024 sebagai langkah nyata dalam melestarikan sumber air. Kegiatan ini meliputi penanaman pohon, pembersihan area sekitar sumber air, serta inspeksi terhadap infrastruktur pengelolaan air.

“Kami berharap, melalui reboisasi dan program Sambang Sumber, sumber air yang kami kelola tidak mengalami penyusutan,” ungkapnya.

Rencananya, program Sambang Sumber ini akan menjadi kegiatan rutin bulanan pada 2025. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan sumber daya air yang melayani lebih dari 150 ribu pelanggan Perumda Tirta Kanjuruhan di Kabupaten Malang.

Syamsul juga mengimbau masyarakat untuk turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan, khususnya di sekitar kawasan sumber air.

“Kami meminta masyarakat untuk berhenti melakukan penebangan hutan yang dapat mengancam keberadaan sumber air. Bersama-sama, kita harus menjaga sumber daya air demi masa depan,” pungkasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H