Kota Batu, TagarJatim.id – Peristiwa robohnya villa yang disewa Harianja masih terlintas jelas di benaknya. Bagaimana tidak, 6 anggota keluarganya menyewa villa tersebut untuk menginap guna merayakan tahun baru 2025 di Kota Batu.

Namun, situasi mencekam dirasakan Tumbur Harianja (34) bersama keluarga saat Villa Manzara yang disewanya tiba-tiba longsor. Warga Bekasi itu bersukur dia bersama keluarga berhasil selamat dalam bencana tersebut.

Total ada 6 orang yang berhasil selamat saat Villa Manzara di RT02/RW03, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, longsor. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin (30/12/2024) pukul 19.15 WIB.

Sebanyak 6 orang ini meliputi Harianja bersama dengan istri Rachel Imanuella Silaban (32) serta dua anaknya Benjamin Messi Harianja (1,5) dan Clarissa Gloria Harianja (3).

Sedangkan dua korban lain adalah mertua Harianja yakni Noviansna Silotonga (60) dan sepupu Raja Romario Silaban (33).

Bermula saat Harianja bersama keluarga bertolak dari Bekasi untuk ziarah ke makam keluarga di Bangkalan. Mereka berangkat dari Bekasi pada 27 Desember 2024 lalu.

“Saya menginap di Surabaya bersama keluarga setelah ziarah. Setelah itu kita melanjutkan perjalanan menuju Kota Batu untuk liburan,” ungkap Harianja, Selasa (31/12/2024).

Ia memilih menginap di villa karena hotel sudah penuh sehingga mencari persewaan villa melalui media sosial.

“Dapat harga Rp 7 juta, cuman kita langsung ke pemilik villa dan mendapat harga miring Rp 5 juta sampai 2 Januari,” sambungnya.

Harianja bersama keluarga berangkat dari Surabaya menuju Kota Batu pada Senin (30/12/2024) pada pukul 11.00 WIB. Ketika sampai di Malang, dia sempat berhenti sejenak untuk makan siang.

Sebelum kejadian, Harianja sedang bersantai usai membersihkan badan lalu memasak dan makan Bersama. Setelah itu, masing-masing anggota keluarga istirahat sedangkan dirinya berantai dengan duduk di sofa.

“Saya dengar suara brukkk, saya kira ada yang jatuh, saya cek ke belakang ternyata gak ada yang jatuh. Terus saya cek ke lantai dua. Saya panggil sepupu saya dan dari situ dengar teriak sepupu bilang longsor sambil lari,” sambungnya.

Harianja bersama sepupunya Raja bergegas menuruni tangga menuju lantai satu. Harianja sempat berlari menyelamatkan anak perempuannya Clarissa, sedangkan istrinya yang berada di lantai 1 menyelamatkan anak laki-lakinya lionel.

“Istri gendong anak saya yang paling kecil didekat pintu. Saya tarik anak perempuan saya dan saya dekap untuk melindungi. Saat itu, saya gak sempat keluar dan terguling-guling. Untungya tidak sampai kenapa-kenapa,” kata Harianja.

“Ibu mertua saya yang tidak terlihat saat itu. Saat itu dengar suara ibu teriak ‘tolong-tolong tuhan yesus’. Saya berikan anak saya ke istri, kemudian saya sama sepupu korek-korek runtuhan untuk menyelamatkan ibu. Gak lama dibantu penyewa vila lain,” imbuhnya.

Untungnya saat itu ada kontruksi besi yang menimpa Noviansna Silotonga. Sehingga reruntuhan vila tidak menimpa langsung. “Terus dibantu penyewa vila lain untuk memanggil ambulan dan lain-lain,” tandasnya.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H