TagarJatim.id – Nama Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana menjadi salah satu dari ratusan perwira di lingkungan Polri yang turut dimutasi oleh Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Perwira yang punya kepedulian besar kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan itu, akan bergeser menduduki jabatan Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya.
Dalam mutasi yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2775/XII/KEP/2024 tanggal 29 Desember 2024 disebutkan bahwa, jabatan Kapolres Malang akan digantikan oleh, AKBP Danang Setyo Pambudi Sukarno, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Blitar Kota.
“AKBP Putu Kholis Aryana S.IK, Kapolres Malang Polda Jatim diangkat dalam jabatan baru sebagai Wadirreskrimum Polda Metro Jaya,” tulis surat telegram tersebut.
Mayoritas warga Kabupaten Malang pastinya akan merasa kehilangan dengan sosok perwira jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 2024 tersebut. Sebab, perwira kelahiran Daerah Istimewa Yogyakarta itu mempunyai andil besar dalam memulihkan kondisi pasca Tragedi Kanjuruhan tahun 2022 silam.
Lalu siapa sosok AKBP Putu Kholis Aryana? Berikut profil lengkapnya:
Berdasarkan berbagai sumber, AKBP Putu Kholis Aryana lahir pada 9 Februari 1983. Ia lulusan Akpol tahun 2004. Ia mendapat amanah untuk menjabat sebagai Kapolres Malang menggantikan AKBP Ferli Hidayat, usai Tragedi Kanjuruhan pecah 1 Okotober 2022 silam.
Sebelum menjabat sebagai Kapolres Malang, Putu Kholis menjabat sebagai Kapolres Tanjung Priok, Polda Metro Jaya. Perwira berpangkat dua melati itu memang memiliki kiprah yang cukup mentereng di jajaran kepolisian. Sejak belasan tahun yang lalu, ia sudah bergerilya dan menjabat sebagai ajudan Wakapolri pada tahun 2011.
Jauh sebelum menjadi Kapolres Malang, Putu juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Jiwan, Madiun, Jawa Timur. Namun, jabatan tersebut hanya diemban hitungan menit. Sebab, dirinya mendapatkan kabar bahwa dirinya lulus untuk mengikuti Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
Setelah lulus dari PTIK, pada tahun 2016, Putu Kholis diangkat menjadi Kasat Narkoba di Polresta Depok, Jawa Barat. Setahun setelahnya, masih di Polresta Depok, ia bergeser menjabat sebagai Kasatreskrim, pada 19 Juli 2017.
Tak butuh waktu lama, perjalanan Putu Kholis kian melejit, pada tahun 2019, ia berhasil naik jabatan dan menjabat di Bareskrim Polri sebagai Kanit III Subdit III Dittipidum.
Berlatarbelakang reserse, Putu Kholis berhasil menangkap kasus besar, termasuk melakukan penangkapan terhadap kasus burononan yang terjerat kasus korupsi, yaitu Djoko Tjandra, pada 30 Juli 2020.
Kala itu, Putu Kholis masuk dalan Tim Khusus Mabes Polri yang dipimpin langsung oleh Komisaris Jenderal (saat ini Jenderal) Polisi Listyo Sigit Prabowo, untuk melakukan penangkapan terhadap buron Djoko Tjandra di Malaysia.
Keberhasilan Putu Kholis menangkap buron kelas kakap itu, mengantarkan dirinya ke jabatan Kapolres Tanjung Priok, pada 2021. Kala itu, ia menggantikan AKBP Ahrie Sonta yang bertugas di Sekpri Kapolri Spripim Polri.
Pada Oktober 2022, Putu Kholis dimutasi ke Polres Malang untuk menggantikan AKBP Ferli Hidayat hingga akhir 2024. Selanjutnya, ia akan melanjutkan karir kepolisiannya dengan menjabat Wadireskrimum Polda Metro Jaya.
Kiprahnya dalam pemulihan Tragedi Kanjuruhan
Pasca mendapat amanah menjadi Kapolres Malang usai pecahnya Tragedi Kanjuruhan, Putu Kholis langsung bergerak untuk melakukan pendampingan kepada para penyintas Tragedi Kanjuruhan itu. Bahkan, di depan masyarakat, Putu Kholis secara pribadi dan mewakili institusi Polri mengucapkan permintaan maaf atas peristiwa itu.
Selama menjabat Kapolres Malang, ia banyak memberikan fasilitas kepada Aremania yang menuntut keadilan atas peristiwa tragedy 1 Oktober 2022 itu, mulai dari proses hukum, hingga pemulihan kemanusian.
Bahkan, hingga saat ini ia secara rutin memberikan bantuan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan berupa alat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan permodalan usaha. Hal itu, bertujuan untuk membantu kemandirian ekonomi keluarga Tragedi Kanjuruhan, usai ditinggalkan salah satu anggota keluarganya dalam Tragedi Kanjuruhan.
Pengalaman dan kiprahnya dalam melakukan pendampingan terhadap penyintas Tragedi Kanjuruhan itu, diabadikan oleh Putu Kholis dalam buku yang ditulisnya sendiri, berjudul Move in Silence; Untold Story of Kanjuruhan Disaster.
Komitmennya untuk mendampingi keluarga Kanjuruhan itu, menurut Putu Kholis akan terus dibawa meskipun ia sudah tidak menjabat sebagai Kapolres Malang. Sebab, bagi Putu Kholis hal itu menjadi janji moral bagi dirinya.
“Saat ini saya dimutasi sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya. Artinya saya ada di Jakarta. Di sana, saya akan mencoba mendekati PSSI dan PT LIB, untuk menjadi kepanjangan tangan keluarga Tragedi Kanjuruhan,” katanya dalam kesempatan Konferensi Pers akhir tahun 2024, Senin (30/12/2024) di Mapolres Malang.(*)




















